KARYA MISIONERKOMISI-KOMISIKWIOPINI

Mgr.Charles de Forbin Janson Pendiri Serikat Kepausan Anak-anak Misioner

Sejarah Singkat

Mgr. Charles Augustie Marie de Forbin-Janson berasal dari keluarga bangsawan. Lahir 3 November 1785 dan meninggal tahun 1844 di Perancis. Mgr. Charles adalah Uskup Nancy – Perancis. Mgr. Charles memiliki keprihatinan khusus terhadap anak-anak yang menderita, anak-anak yang haus akan kasih sayang dan pembinaan yang memadai. Beliau selalu mengimpikan hidup sebagai misionaris yang mempunyai semangat apostolik untuk menuntun anak-anak kepada Yesus. Maka beliau pun mulai mengembangkan karya misioner yang dikhususkan bagi anak-anak dengan berdevosi pada “Kanak-kanak Yesus”. Pada tanggal 19 Mei 1843, dalam sidang Keuskupan, secara resmi, didirikan serikat ini :

· Nama : “Serikat Kanak-Kanak Suci” – “the Holy Childhood Association ”.
· Motto : “Anak Menolong Anak – Children Helping Children”
· Semangat misioner : Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian ( 2D2K)
· Pelindung : Kanak-kanak Yesus.

Pada tanggal 3 Mei 1922 Paus Pius XI mengesahkannya sebagai Serikat Kepausan Anak-anak Misioner.

Nilai – Nilai Misioner

· Kepekaan Hati untuk Misi Sejagat

Mgr. Charles de Forbin Janson memiliki kepekaan hati terhadap penderitaan anak-anak di seluruh dunia. Beliau adalah Gembala Pencinta anak-anak yang melarat. Sejak pendidikan dasar di Seminari St. Sulpicius, beliau sudah menaruh cinta terhadap anak-anak dan memperkenalkan Yesus kepada anak-anak. Karya misi memerlukan seorang yang peka akan kebutuhan sesamanya, hati yang terbuka untuk semua orang.

· Penghargaan terhadap Hak dan Martabat Anak

Mgr. Charles merasa turut bertanggung jawab atas penderitaan anak-anak di dunia. Beliau memperjuangkan hak anak-anak untuk memperoleh cinta, perhatian dan pendidikan selayaknya sebagai Citra Allah. Beliau menghargai potensi, karunia yang ada pada anak-anak untuk menolong anak-anak lain yang tidak beruntung. Karya misi membutuhkan seseorang yang sungguh menghargai martabat manusia dan memberdayakan potensi yang ada pada mereka.

· Sikap solider

Mgr. Charles menaburkan benih iman dan kasih akan Tuhan Yesus dalam diri anak-anak. Nilai-nilai universal seperti cinta, kesetiakawanan, doa dan korban harus sudah ditanamkan dalam diri anak-anak sejak usia dini. Semangat ini tertera dalam motto Serikat Kanak-Kanak Suci ”Children Helping Children”. Anak-anak belajar menjadi sahabat Yesus dan bersahabat dengan semua anak lain di dunia. Karya misi membutuhkan seseorang yang bersikap solider dan berbelarasa dengan sesama yang menderita.

Hari Minggu Anak Misioner
Hari Anak Misioner Sedunia diperingati tanggal 6 Januari. Dengan alasan pastoral-liturgis, pada tahun 1950, Paus Pius XII, menetapkan Hari Minggu I Januari sebagai Hari Minggu Anak Misioner Sedunia bertepatan dengan Hari Raya Penampakan Tuhan. Inilah hari yang mempersatukan semua anak-anak misioner sedunia dalam semboyan “Children Helping Children” dan dalam semangat/kebajikan Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian ( 2D2K ).

****

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close