OPINI

Paus Khawatir Dominasi Keputusan Global di Kelompok Kekuasaan

Sabtu, 19 April 2008 | 05:27 WIB

NEW YORK, SABTU – Paus Benediktus XVI memperingatkan para diplomat di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York bahwa kerjasama internasional yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah darurat berada dalam “tahap krisis.” Paus menjelaskan ini karena keputusan tersebut terletak pada pengaruh segelintir negara yang memiliki pengaruh kekuasaan tertinggi.

Paus tidak menyebutkan secara langsung segelintir negara yang mendominasi keputusan dunia untuk penyelesaian masalah global tersebut. Paus menekankan penghormatan HAM serta aksi tanpa kekerasan merupakan kunci penyelesaian banyak masalah negara.

Paus asal Jerman ini merupakan paus ketiga yang menyampaikan pidato di hadapan Mejelis Umum PBB untuk menyampaikan keprihatinan Vatican terhadap perjuangan untuk mencapai perdamaian dunia serta pembangunan negara-negara miskin dunia. Paus Benediktus menjelaskan aksi kolektif dari masyarakat internasional diperlukan untuk menjawab tantangan terbesar yang dihadapi dunia.

“Penghormatan terhadap masalah HAM masih menjadi strategi yang sangat efektif untuk menghapus kesenjangan antar negara, kelompok sosial serta peningkatan kesenjangan keamanan. Mereka yang haknya terinjak-injak menjadi sasaran empuk dari aksi kekerasan dan kemudian mereka ini dituding sebagai pengacau perdamaian,” tandas Paus.

Paus Benediktus menekankan bahwa pertanyaan seputar keamanan, pembangunan serta perlindungan lingkungan memerlukan keinginan kuat yang positip dari para pemimpin negara. Menurut Paus, pertanyaan tersebut terutama diarahkan ke Afrika dan sejumlah negara miskin lainnya yang rentan terhadap dampak negatif globalisasi.

JIM
Sumber : AP

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close