PEKAN KOMSOS

Mengenang Masuknya Misionaris ke Sumba dalam Tuturan Cerita

10 orang siswa dari beberapa Sekolah Menengah Pertama di Sumba, Nusa Tenggara Timur mengikuti lomba bercerita Sejarah Gereja Katolik Sumba. Cerita diambil dari buku “Sejarah Gereja Katolik Sumba Sumbawa” karangan Mgr. Haripranoto, SJ.

Dari sepuluh orang, hanya empat orang yang benar-benar hafal kisah yang dimulai dari saat sebelum masuknya “Agama” ke Tanah Sumba sampai dengan masuknya Kongregasi CSsR ke Tanah Sumba.

Gambar hasil karya anak-anak SD se- Sumba, NTT/ Foto : Abdi Susanto - SESAWI.Net
Gambar hasil karya anak-anak SD se- Sumba, NTT/ Foto : Abdi Susanto – SESAWI.Net

Para juri yang menilai menyebutkan bahwa beberapa kendala seperti ujian dan bahan cerita yang baru diperoleh dua hingga tiga hari sebelum lomba menjadi alasan utama kenapa anak-anak ini tidak begitu lancar menuturkan kisah heroik para misionaris saat menyebarkan kabar sukacita Injil di tanah leluhur mereka.

Meski begitu, menurut Ketua Komsos Keuskupan Weetebula Pastor Yustinus Guru Kedi Pr, lomba ini merupakan upaya agar anak-anak muda zaman sekarang tidak lupa dengan sejarah yang hidup di tanah tempat mereka tinggal. “Kalau Mgr. Haripranoto tidak menuliskan cerita itu, mungkin kita tidak tahu sejarah gereja di tanah Sumba ini.” ujar Romo Yus, Jumat (30/5/2014).

Lomba yang diselenggarakan di TK Marsudirini Tambolaka, Sumba Barat Daya ini akhirnya dimenangkan oleh peserta dari SMP San Jose. Sementara juara dua dipegang siswa SMP Seminari Sinar Buana dan juara 3 SMP Negeri 3 Waikabubak, Juara 4 SMPK Santo Gerardus Mayela, Kalemboweri.

Lomba Gambar

Sebagian anak-anak peserta lomba menggambar
Sebagian anak-anak peserta lomba menggambar / Foto : Abdi Susanto – SESAWI.NET

Sementara itu, di salah ruang kelas di TK Santa Theresia Tunas Harapan, Weetebula, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur 17 siswa dan siswi Sekolah Dasar kelas 2-5 mengikuti lomba menggambar bertemakan “Aku dan Media Komunikasi.”

Kepala Sekolah TK Suster Skolastika ADM menyebutkan, anak-anak cukup bergairah mengikuti acara ini supaya mereka memahami setidaknya alat-alat dan media komunikasi yang berkembang dan hadir di sekitar mereka dan menggunakannya seperti yang diharapkan.

Selain lomba bercerita dan menggambar, sepanjang hari ahli dan dosen Komunikasi Errol Jonathans membagi ilmu tentang cara dan teknik public speaking yang baik dan benar di hari kelima Pekan Komunikasi Sosial Nasional ke-48. Sementara para aktivitas di Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) melakukan kunjungan di beberapa panti asuhan dan asrama seminari.

Keterangan foto utama : Anak-anak SD sedang lomba menggambar/ Foto : Pius Kaju

 

Tags

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close