KOMISI-KOMISIKWILITURGI

Awal Juli 2014, Lokakarya Nasional Caeremoniarius Komisi Liturgi KWI

MASIH dalam suasana syukur atas peringatan 50 tahun Konstitusi Liturgi Kudus Sacrosanctum Concilium,  hasil para Bapa Konsili Vatikan II,  maka Komisi Liturgi KWI akan menyelenggarakan “Lokakarya Nasional Caeremoniarius” pada awal Juli 2014 di Jakarta.

Persiapan dan pengantar lokakarya nasional akan dihadiri Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi yang juga menjadi salah seorang narasumber.

Berikut ini beberapa informasi singkat mengenai caeremoniarius dalam Liturgi Gereja Katolik dan acara lokakarya nasional tersebut.

Caeremoniarius3
Nuncio: Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Pilipazzi. (Ist)

Caeremoniarius dalam Liturgi Katolik

Siapa itu caeremoniarius dan bagaimanakah peranannya dalam Liturgi Gereja kita?

Berikut ini beberapa kutipan dari dokumen liturgi dan artikel mengenai seremoniarius atau pemandu ibadat/perayaan liturgi.

“Terutama untuk gereja-gereja katedral atau gereja-gereja yang besar dianjurkan agar ditunjuk seorang pelayan yang mumpuni atau seorang caeremoniarius (pemandu ibadat) untuk mempersiapkan perayaan liturgi dengan baik, membagikan tugas kepada masing-masing pelayan, dan mengatur pelaksanaan perayaan, sehingga berlangsung dengan indah, rapi, dan khidmat.” (Pedoman Umum Misale Romawi no. 106).

“Suatu perayaan liturgi, khususnya yang dipimpin oleh uskup, agar dapat me-mancarkan keindahan, kesederhanaan dan keteraturannya, membutuhkan seorang magister caeremoniarum untuk menyiapkan dan memimpinnya dalam kerjasama erat dengan uskup dan pihak-pihak lain…” (Caeremoniale Episcoporum [Ceremonial of Bishops] no. 34).

Dari dua kutipan ini nampak bahwa seremoniarius memainkan peranan penting baik pada waktu menyiapkan maupun pada saat pelaksanaan perayaan liturgi, khususnya yang dipimpin oleh Uskup, seperti Misa Tahbisan Diakon/Imam, Misa Krisma, Misa Paskah, Misa Natal, dan Misa-Misa meriah lainnya yang dipimpin oleh Uskup.

Namun, sayangnya fungsi dan peranan seremoniarius dalam perayaan-perayaan liturgi Gereja Katolik di keuskupan-keuskupan di Indonesia nampaknya belum begitu dikenal. Kata “caeremoniarius” itu sendiri mungkin masih terdengar asing di telinga banyak umat Katolik Indonesia.

Lokakarya Nasional Caeremoniarius

Menyadari peranan Caeremoniarius yang penting dalam perayaan-perayaan Liturgi, terutama perayaan yang dipimpin oleh Uskup dan kenyataan bahwa peranan Caeremoniarius masih kurang mendapatkan perhatian semestinya, serta berkat dukungan dari Duta Besar Vatikan dan para Uskup Indonesia, maka Komisi Liturgi (Komlit) KWI akan menyelenggarakan Lokakarya Nasional Caeremoniarius.

Lokakarya akan diselenggarakan di Wisma Samadi Klender Jakarta, pada tanggal 2-4 Juli 2014.

Tujuan yang hendak dicapai dalam lokakarya nasional perdana yang secara khusus membahas Caeremoniarius ini adalah:

  • Memahami makna dan fungsi Caeremoniarius dalam Liturgi Gereja; (2) Mempelajari tugas-tugas Caeremoniarius dalam perayaan-perayaan Liturgi Gereja; (3) Melatih bersama tugas-tugas pelayanan Caeremoniarius;
  • Peserta yang diundang hadir dalam lokakarya ini adalah wakil-wakil dari semua keuskupan di Indonesia. Setiap Keuskupan (Agung) diharapkan mengirimkan 2 orang peserta, yaitu: Imam atau Awam yang ditunjuk oleh Uskup (Agung) untuk menjadi (calon) Caeremoniarius di wilayah keuskupannya.

Sumber: “Peranan Caeremoniarius dalam Liturgi Gereja”, dlm Majalah LITURGI. Sumber dan Puncak Kehidupan, Vol. 25, No. 2, 2014, hlm. 58-60.

Photo credit: Ilustrasi (Ist)

Tags

RD. Kamilus Pantus

Imam diosesan (praja) Keuskupan Weetebula (Pulau Sumba, NTT); misiolog, lulusan Universitas Urbaniana Roma; berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI, Juli 2013-Juli 2019

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close