Harian

Sabda Hidup: Selasa 17 Juni 2014, Mengampuni Musuh

1Raj. 21:17-29; Mzm. 51:3-4,5-6a,11,16; Mat. 5:43-48

KALAU  membaca bacaan di atas mungkin kesan spontan adalah: beraaaaaat.

Berat rasanya mesti mengasihi musuh dan mendoakan yang menganiaya. Anak kecil pun sering segera membalas memukul mereka yang memukulnya, apalagi orang dewasa. Mereka akan segera mencari cara untuk membalas. Maka akan sangat berat untuk mengasihi musuh dan mendoakan yang menganiaya. Tapi mungkinkah?

Dalam nama Tuhan Yesus, jawabannya: mungkin. Yesus memberi teladan. Ketika disalib Dia mendoakan semua orang yang terlibat dalam penyalibannya. Ia mengampuni yang menganiaya diriNya. Kemampuan ini memang istimewa. Namun bukan berarti hanya menjadi milik Yesus.

Setiap orang dipanggil mempunyai kemampuan tsb. Setiap orang mungkin untuk mengasihi musuh dan mendoakan yang menganiayanya. Besar kecilnya kemampuan ini dipengaruhi oleh pandangan orang tersebut akan panggilan dan tujuan hidupnya, yaitu bersatu dg Allah. Maka kalau kita menyadari panggilan dan tujuan itu, kita tdk akan membiarkan dorongan bermusuhan itu hidup.

Kita juga tidak berusaha membangun strategi balas dendam pada para penganiaya. Yang utama adalah mengarahkan hidup pada kebersatuan dng Allah. Allah tidak menghendaki umatNya bermusuhan. Ia berharap: “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Kontemplasi

Carilah tempat yang nyaman. Bacalah “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. Rasakan perasaanmu dan bayangkan hal2 yang telah kaubuat selaras dg pesan tsb.

Refleksi:

Apa yang akan kaubuat agar mampu menjadi sempurna?

Doa:

Yesus, Engkau pribadi istimewa iman kami. Banyak cara hidup baru Kautawarkan dan Kauteladankan pada kami. Bersama Engkau kami akan mengasihi musuh dan mendoakan yang menganiaya.  Amin.

Perutusan:

Untuk menuju panggilan kesempurnaan aku akan mengasihi musuh dan mendoakan yang menganiaya.

Agoeng

komsos kas

Tags

RD. Petrus Noegroho Agoeng Sri Widodo

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang; Ketua Komisi Komsos KAS.

Related Articles

Check Also

Close
error: Content is protected !!
Close