KWI

Nota Pastoral 2014 KWI: Anak Sekolah Kena Narkoba Direhabilitasi, Bukan Dikeluarkan

DENGAN dikeluarkannya Nota Pastoral 2014 KWI bersama Badan Narkota Nasional (BNN) Pusat Jakarta dengan pokok pikiran tentang bagaimana Menyikapi Kejahatan Sosial Narkoba di Indonesia bertema “Dari Keputusasaan menuju Pengharapan” di Rehabilitasi Kunci Yogyakarta (RKY) 27 Juni 2014, maka murid yang ketahuan mengonsumsi narkoba tidak bisa serta-merta dikeluarkan dari sekolah.

Konferensi Waligereja Indonesia bersama BNN justru berharap pada kesempatan launching Nota Pastoral 2014 di Rehabilitasi Kunci Yogyakarta (RKY), murid pecandu narkoba itu harus “disembuhkan” melalui program rehabilitasi. Mereka adalah korban dari pola perdagangan narkoba yang makin menggurita.

Dalam Nota Pastoral 2014 itu, KWI dengan tegas mengimbau pada setiap lembaga pendidikan katolik untuk tetap mendidik murid-muridnya yang memang nyata ketahuan sudah mencoba-coba mengonsumsi narkoba.

Tertulis dalam nota pastoral itu, KWI berharap agar orang-orang muda yang telah menjadi korban (narkoba) jangan disingkirkan dan dikeluarkan dari sekolah. Sebaliknya, mereka harus segera dibantu untuk bangkit kembali dan kalau perlu melalui melalui suatu program rehabilitasi.

Usaha-usaha kurikuler dapat membina kesadaran murid-murid untuk waspada dan tidak membiarkan diri terjerumus serta di lumpuhkan. Sementara ekstrakurikuler dapat membangun dan melatih solidaritas, agar kawan-kawan yang lemah dan terkucil tidak ditinggalkan.

Warga sekolah perlu membantu dan mengangkat mereka yang terjerumus masalah kecanduan.
Bila nota pastoral itu sudah diperbanyak oleh KWI dan semua keuskupan di Indonesia sudah mengadopsinya dan kemudian menyebarkan ke setiap lembaga/yayasan pendidikan katolik, semua pihak diminta segera aktif membaca, dan mempelajari secara pribadi dan besama. Baik mereka yang berkarya di sekolah maupun setiap anggota umat katolik di setiap paroki.

Bila dirasa perlu, marilah mengajak semua orangyang berkehendak baik untuk ikut bersama menanggulangi masalah narkoba. Ini sebuah kerasulan kontekstual di masa kini.

Kerjasama BNN Pusat Jakarta, BNN Yogyakarta, BNN Sleman dan KWI: Konferensi Waligereja Indonesia yang diwakili Sekjen KWI Mgr. Johannes Pujasumarta ditemani Uskup Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ dan para Sekretaris Eksekutif komisi KWI mengikuti seremoni peluncuran Nota Pastoral 2014 KWI di Rehabilitas Kunci Yogyakarta (RKY) di samping Bruderan Karitas di Nandan, Yogyakarta, 27 Juni 2014. Badan Narkotika Nasional dari tingkat pusat dan daerah mendukung langkah Gereja Katolik Indonesia yang peduli dengan para pecandu narkoba ini. Para teolog moral katolik yang tergabung dalam Asosiasi Teolog Moral Katolik juga mendukung program ini. (Dokpen KWI)

Gereja peduli

Perwakilan BNN Pusat Jakarta pada kesempatan rilis Nota Pastoral di RKY tanggal 27 Juni 2014 lalu memberikan apresiasi kepada KWI dan semua umat katolik indonesia yang pertama kali dari kalangan agama-agama begitu mendalami dan mengambil langkah ikut serta menanggulangi masalah narkoba. Menurut data BNN Pusat Jakarta, r masalah narkoba semakin besar saja dari tahun ke tahun dan ini merupakan pola terorisme baru yang mengerikan.

Terorisme bersenjata dilakukan dengan cara pengeboman, sementara terorisme lewat narkoba menjadikan keluarga sebagai target. Terorisme narkoba ini malah menangguh untung besar dari perdagangan narkoba.

Keterangan foto: Suasana peluncuran Nota Pastoral 2014 KWI tentang Menyikapi Kejahatan Sosial Narkoba di Indonesia bertema “Dari Keputusasaan menuju Pengharapan” di RKY, 27 Juni 2014 (Dokpen KWI).

Tautan:

Tags

A. Gianto

Pastor Yesuit, anggota Serikat Yesus Provinsi Indonesia; profesor Filologi Semit dan Linguistik di Pontificum Institutum Biblicum, Roma.

Related Articles

Check Also

Close
Close