Harian

Belajar Sungguh-sungguh Mengenal Tuhan, Senin 21 Juli

Suatu ketika seseorang menemui Yesus di tengah perjalanan. Serta merta ia bersujud di depan kaki Yesus. Ia berkata, “Aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.

Orang ini sudah mendengar perbuatan-perbuatan yang ajaib yang dilakukan oleh Yesus. Karena itu, ia ingin menjadi bagian dalam kelompok Yesus. Ia belum tahu resiko menjadi seorang pengikut Yesus.

Tetapi jawaban Yesus sangat mengejutkan baginya. Yesus berkata kepadanya, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

Ditantang oleh Yesus seperti itu, orang yang masih muda itu menyerah. Padahal, yang mau dikatakan oleh Yesus adalah orang yang mau mengikuti-Nya itu mesti mempersiapkan diri dulu. Orang tidak begitu saja menjadi murid-Nya. Orang mesti belajar seluk beluk menjadi seorang murid. Untuk itu, orang membutuhkan waktu. Tidak bisa begitu saja menyatakan diri sebagai murid Yesus.

Mempersiapkan diri untuk menjadi seorang beriman itu sangat diperlukan. Ada berbagai hal yang mesti dilalui untuk sungguh-sungguh memiliki iman yang mendalam kepada Tuhan. Orang yang tidak menyiapkan diri dengan baik biasanya dengan mudah pula akan meninggalkan imannya. Orang beragama apa pun mesti melewati masa-masa persiapan. Orang tidak begitu saja memiliki iman yang mendalam tanpa mempersiapkan diri.

Pernah seseorang datang kepada saya dan menyatakan ingin menjadi orang katolik. Ia ingin dibaptis untuk menjadi murid Yesus. Saya terbengong mendengar pernyataannya. Biasanya orang yang diterima menjadi katolik itu melakukan persiapan diri. Minimal satu tahun ia belajar agama untuk mengenal lebih dalam tentang iman dan agama yang akan dianutnya itu. Karena itu, saya pun menantang orang ini untuk mempersiapakan diri selama minimal satu tahun.

Orang ini mau. Ia mulai belajar agama. Tetapi apa yang terjadi? Baru dua bulan belajar, ia minta dibaptis. Tentu saja ini menyalahi prosedur. Apalagi ia belum mengenal sungguh-sungguh iman dan agama yang akan dianutnya. Ketika permintaannya ditolak, orang ini langsung patah semangat. Ia tidak mau belajar lagi. Ia berhenti belajar. Menurutnya, mau menjadi orang katolik itu terlalu sulit.

Begitulah. Seseorang yang ingin sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan itu tidak bisa menempuh jalan pintas. Tidak ada istilah instan. Yang ada adalah orang mesti menjalani suatu proses untuk sampai pada pengenalan yang sungguh-sungguh akan Tuhan.

Sebagai orang beriman kita ingin agar iman kita sungguh-sungguh mendalam kepada Tuhan. Artinya, kita mesti mau belajar tentang iman dan agama yang akan kita anut itu. Kalau tidak, kita gampang diombang-ambingkan oleh berbagai kepercayaan. Orang beriman itu mau sungguh-sungguh mendalami imannya dalam hidup sehari-hari. Untuk itu, kita mesti mau belajar tentang iman dan agama yang kita miliki. Belajar itu tidak berhenti pada saat kita diterima ke dalam suatu agama tertentu. Belajar itu tidak pernah habis sampai Tuhan memanggil kita.

Ilustrasi: Belajar Mengenal Tuhan (foto dari womenagh.wordpress.com)

 

Tags

RP. Frans de Sales SCJ

Imam religius anggota Kongregasi Hati Kudus Yesus (SCJ); sekarang Ketua Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang dan Ketua Signis Indonesia; pengelola majalah "Fiat" dan "Komunio" Keuskupan Agung Palembang.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close