Harian

“Tidak Terkontaminasi”, (Matius 13:47-53); 31 Juli

Diantara macam-macam bunga, saya menyukai bunga teratai. Mengapa bukan bunga yang lain, seperti mawar yang indah, anggrek yang elegan, lili atau melati yang harum atau bunga-bunga lain yang lebih cantik? Karena teratai itu adalah bunga yang indah, menarik untuk dipandang. Teratai tidak terpengaruh oleh wadah tempat dia tumbuh. Walau airnya kotor tak terawat, dia tetap berbunga cantik, secantik dia dipelihara di tempat yang baik dan berair jernih.

 Bagaimana dengan hidup kita?

Seringkali kita mudah terseret oleh gaya hidup orang-orang sekeliling kita. Kita mengikuti gaya hidup mereka supaya tetap exist dalam pergaulan. Penilaian mereka menjadi barometer gaya hidup kita.

Dalam hidup remaja, jika mereka tidak merokok atau ke mall, dsb, mereka tersingkir dari pergaulan, dicap sebagai anak yang tidak gaul. Demikian halnya dalam dunia orang dewasa, di bidang pekerjaan, jika tidak korupsi berarti tersingkir dari pekerjaan

Lalu apa hubungannya dengan Injil hari ini?

Salah satu kutipan teks Injil mengatakan “..mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.” Ikan itu adalah diri kita sebagai peziarah, yang sedang berjalan di dunia ini menuju kehidup yang kekal dalam Kerajaan Allah. Namun untuk tiba disana banyak cobaan ataupun rintangan yang akan kita temui sebelum kita sampai.

Kita dikumpulkan diantara orang-orang yang diberi kebebasan yang sama oleh Tuhan dalam bertindak. Namun dalam kenyataan, banyak orang yang salah menggunakan kebebasan itu dan melawan cinta kasih.

Kita ini hidup diantara mereka. Apakah kita harus sama dengan mereka? Ataukah kita harus menyingkirkan mereka? Tidak. Kita tidak harus sama dengan mereka, dan kita pun tidak harus menyingkirkan mereka. Justru kita harus menunjukkan iman kita pada Tuhan Yesus dengan tetap berjalan pada jalan-Nya.

Mereka hadir di tengah-tengah kita untuk menguji kita dan menjadikan kita lebih kudus. Mereka adalah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan untuk memurnikan pencaharian kita dalam peziarahan di dunia ini. Maka jika kelak tiba waktunya, kita di dapati dalam keaan bersihmaka layak masuk dalam Kerajaan Surga.

Doa :

Tuhan Yesus, balutlah seluruh hidupku agar aku tetap setia dan tidak terseret gaya hidup dunia yang melawan cinta kasih.

Niat:

Memberi waktu bagi diri sendiri  bersama Tuhan dalam keheningan selama 30 menit atau lebih.

 

Keterangan foto: Ilustrasi dari wallpaperpunyaku.blogspot.com

 

 

Tags

Sr. Erlisda Tamba, FdCC

Berkarya di Bintaro-Tangerang Selatan

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close