Harian

Berusaha Melawan Godaan, Sabtu 2 Agustus

Suatu hari, seorang sopir angkutan barang antarnegara dicegat oleh segerombolan orang di segi tiga emas, Indochina. Seorang dari mereka segera mendekatinya.

Ia berkata dengan suara lantang, “Saya harap Anda mau membantu kami mengangkut barang ini ke Bangkok!

Tahu si sopir kebingungan, yang lain menimpali, “Dua ratus dollar untuk satu dos kokain!

Sopir itu tetap bergeming. Ia tahu persis risiko membawa barang terlarang itu. karena itu, ia berkata dengan tegas, “Tidak!

Yang lain mendesak, “Bagaimana kalau lima ratus dollar?

Sopir itu berkata lagi, “Maaf, jangan mempengaruhi saya!

Kata yang lain dengan sedikit memaksa, “Seribu? Seribu dollar? Ini bukan jumlah kecil. Bagaimana dengan seribu dollar?

Yang lain membentak sopir itu sambil mengacungkan sebuah pisau besar, “Atau mau dua ribu?

Terancam oleh situasi, sang sopir mencabut pistolnya. Ia menodongkan pistolnya ke arah gerombolan itu.

Ia berteriak, “Pergi dari sini! Masuk hutan! Kamu sudah mendekati harga yang aku inginkan.

Godaan untuk menjadi kaya mendadak selalu terjadi dalam hidup ini. Begitu banyak tawaran yang menggiurkan di arahkan kepada manusia beriman. Pertanyaannya, apakah kita kuat menghadapi godaan-godaan itu? Apakah kita mampu bertahan terhadap godaan-godaan yang menggiurkan itu? Atau kita menyerah, karena kita ingin menikmati hidup yang enak meskipun hanya sesaat?

Kisah sopir yang berani melawan godaan yang menggiurkan itu menjadi contoh bagi kita untuk menghadapi godaan-godaan. Tawaran yang menggiurkan selalu menghampiri diri kita. Bahkan tawaran itu akan ditingkatkan terus-menerus. Semuanya itu kembali kepada diri kita sendiri. Apakah kita menerima tawaran yang menggiurkan itu atau tidak?

Kalau kita menerima tawaran menggiurkan itu berarti kekuatan iman kita telah hilang. Kita tidak berdaya. Kita tunduk pada godaan yang menggiurkan itu. Resiko mesti kita tanggung sendiri. Kita tidak boleh lari dari tanggung jawab.

Tetapi kalau kita berhasil menolak godaan itu, kita akan tetap bertahan dalam iman akan Tuhan yang kita sembah. Artinya, kita lebih mendahulukan nilai-nilai kebaikan daripada menyerah kalah pada kuasa kegelapan. Untuk itu, dibutuhkan keberanian untuk melawan godaan-godaan itu.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa setia pada iman kita akan Tuhan. Kita mesti yakin bahwa hanya Tuhan yang mampu memberi kita kekuatan untuk bertahan dalam iman kita. Godaan boleh saja datang silih berganti. Tetapi dengan iman yang teguh kita ingin mengalahkan godaan-godaan itu. Mari kita berusaha untuk selalu setia kepada Tuhan yang kita sembah.

Ilustrasi: Melawan Godaan (foto dari somehowpersonal.files.wordpress.com)

Tags

RP. Frans de Sales SCJ

Imam religius anggota Kongregasi Hati Kudus Yesus (SCJ); sekarang Ketua Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang dan Ketua Signis Indonesia; pengelola majalah "Fiat" dan "Komunio" Keuskupan Agung Palembang.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close