Harian

Yesus: Mesias Anak Allah yang Hidup, 7 Agustus

Bacaan I: Yer 31:31-34

Injil: Matius 16:13-23

Pertanyaan Yesus tentang diriNya sangat menarik. Ditanyakan di daerah Kaisarea Filipi. Secara teologis wilayah ini mengungkapkan kenetralan-tempat bebas. Bukan di Galilea tempat karyaNya sehari-hari, bukan pula di Yudea yang kental dengan keyahudian. Ia memulai dengan pertanyaan yang lebih bersifat umum, kemudian lebih khusus, mulai dari orang ketiga sampai kepada orang kedua dan orang pertama. “Kata orang (orang ketiga tak tentu) siapakah Anak Manusia itu (orang ketiga)?

Jawabannya pun beragam. Semuanya merujuk pada tokoh-tokoh hebat seperti Yohanes Pembaptis yang menyerukan pertobatan, atau Elia yang mengembalikan iman umat pada Allah yang benar, atau juga salah satu dari para nabi yang mewartakan Allah kepada orang-orang pada zamannya. Yesus memang memiliki semua kualitas itu.

Kemudian, disampaikan pertanyaan khusus yang dengan sasaran jelas: “Kamu, menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawabannya juga mengungkapkan hal yang istimewa tentang Yesus. Ia lebih dari Yohanes, lebih dari Elia dan para nabi. Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Jawaban itu sesungguhnya merupakan pewahyuan tentang Yesus melalui Petrus.

Sayangnya, Petrus tidak memahami sepenuhnya misteri Mesias, Anak Allah yang hidup. Ternyata konsep mesias sebagai pembebas lahiriah dari penjajahan fisik seperti diharapkan banyak orang di Israel zaman itu, belumlah cukup. Yesus adalah Mesias yang membawa pembebasan sempurna, seperti Anak Manusia dalam Kitab Daniel yang menghadap tahta Allah dan membawa manusia kepada Allah.

Kitapun bisa seperti Petrus, menyadari kalau Yesus itu Mesias anak Allah yang hidup, tetapi kita juga sering menolak konsekuensi kemesiasan itu, yakni penderitaan dan bahkan kematian. Kita takut bila harus menghadapi penderitaan dan kematian. Kita perlu menyadari bahwa penderitaan dan kematian sang Mesias yang kita imani ini berbuahkan kebangkitan dan kehidupan.

Ilustrasi: Yesus anak Allah yang hidup (foto dari ivarfjeld.com)

Renungan oleh Rm. Markus Ture, OCD

Tags

RP. Markus Ture, OCD

Formator pada Seminari Tinggi Rumah Karmel OCD St. Theresia Lisieux Yogyakarta, Gang Bias, Bias 1, Jl. Kaliurang KM 10,9

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close