Harian

Mendengarkan Kehendak Tuhan, Jumat 8 Agustus 2014

Suatu hari seorang gadis datang kepada saya. Dengan wajah yang kecewa, dia berkata, “Saya tidak pernah merasakan kebahagiaan dalam hidup. Hidup ini ternyata begitu membosankan. Harapan saya tidak pernah terpenuhi.  Semua tidak pernah sesuai harapan.

Saya tersenyum mendengar kata-kata gadis itu. Tetapi saya tidak langsung menanggapi kata-katanya. Saya membiarkan dia berbicara. Biarlah dia mengungkapkan semua isi hatinya yang terdalam. Setelah beberapa lama dia mengungkapkan unek-uneknya, saya bertanya dengan lembut, “Sebenarnya apa yang membuat Anda kecewa?

Dengan tatapan mata yang tajam, gadis itu menjawab, “Sudah sekian lama saya berdoa kepada Tuhan meminta jodoh. Tetapi doa saya tidak pernah dikabulkan. Mengapa Tuhan menutup telingaNya begitu rapat?

Lagi-lagi saya tersenyum mendengar kata-katanya. Lantas saya menjawab, “Mungkin Anda salah berdoa. Anda terlalu menuntut Tuhan untuk mengabulkan permohonanmu. Barangkali Anda harus mendengarkan kehendak Tuhan juga.

Tetapi gadis itu tidak mau menerima kata-kata saya. Ia sewot. Menurutnya, ia sudah mendengarkan suara Tuhan. Ia berkata, “Segala sesuatu terjadi dan tidak pernah sesuai dengan harapan saya.

Beberapa saat kemudian, gadis itu mulai menyadari keadaannya. Ia berkata, “Saya memang salah. Selama ini saya terlalu memaksakan kehendak saya. Kehendak Tuhan tidak pernah saya dengar.

Kita sering mengandalkan kehendak pribadi kita. Kita merasa bahwa dalam hidup ini kehendak kitalah yang mesti terjadi. Kita mau minta apa saja kepada Tuhan dan Tuhan harus mengabulkan permohonan kita. Kita menuntut Tuhan untuk memenuhi permintaan kita.

Kisah atas menunjukkan bahwa kehendak Tuhan itu semestinya didahulukan oleh manusia dalam hidup ini. Apa yang dikehendaki Tuhan dari hidup manusia? Tuhan menghendaki agar manusia memiliki hidup bahagia. Tuhan tidak ingin manusia menderita dalam hidupnya. Tuhan mau manusia menjalani hidup ini dalam sukacita.

Soalnya adalah manusia sering tidak bahagia dalam hidup ini. Manusia tidak mau mendengarkan kehendak Tuhan. Lantas apa yang mesti dibuat? Manusia mesti memasang telinganya lebar-lebar bagi kehendak Tuhan. Orang yang mau mendengarkan suara Tuhan itu akan mengalami sukacita. Kebahagiaan menjadi bagian dari hidup mereka.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk tetap setia kepada Tuhan. Caranya adalah dengan mendengarkan kehendak Tuhan bagi hidup kita. Yakinlah, Tuhan tidak pernah ingin menyakiti hati kita. Tuhan selalu menghendaki kebahagiaan dalam hidup kita. Untuk itu, kita mesti buka hati kita lebar-lebar bagi Tuhan. Kita biarkan Tuhan masuk dan menguasai seluruh hidup kita. Dengan demikian kebahagiaan menjadi bagian dari hidup kita.

Ilustrasi: Mendengarkan Kehendak Tuhan (foto diambil dari combix.tistory.com)

Tags

RP. Frans de Sales SCJ

Imam religius anggota Kongregasi Hati Kudus Yesus (SCJ); sekarang Ketua Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang dan Ketua Signis Indonesia; pengelola majalah "Fiat" dan "Komunio" Keuskupan Agung Palembang.

Related Articles

Close