KWI

Para Rektor dan Dosen Komunikasi Belajar Manajemen Konflik

SEBANYAK 22 pastor pimpinan atau Rektor Seminari Tinggi dan dosen Ilmu Komunikasi STFT dari seluruh Indonesia berkumpul di Hotel Puri Artha, Yogyakarta. Mulai hari ini, Rabu (24/9/2014) hingga 26 September 2014, mereka akan mengikuti workshop bertemakan “Workplace Conflict Management and Public Speaking Skills.”

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Komisi Seminari KWI, Romo Siprianus Hormat ini akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama tentang manajemen konflik yang dibawakan oleh Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom., MM dan Maria Herjani ST pemrakarsa Indonesia Menulis.

Dalam sesi ini, beberapa hal tentang cara meningkatkan pemahaman dan seluk beluk konflik yang muncul di tempat kerja, mengembangkan komunikasi dan model pendekatan yang tepat untuk mengurai konflik, dan paparan mengenai cara mengelola konflik yang tepat bakal disajikan.

Para peserta workshop sedang rehat/ Foto : Retno Wulandari
Diskusi informal: Para pastor  peserta workshop sedang melakukan rehat. (Retno Wulandari/Sesawi.Net)

Sementara untuk public speaking skills akan dibawakan oleh pakar komunikasi yang juga pemilik grup Suara Surabaya Errol Jonathans. Errol akan membekali para Romo dengan seni berbicara di depan umum dan ketrampilan mengolah suasana.

“Di akhir acara workshop nanti diharapkan dibentuk satu silabus yang bisa disusun bersama, Pastoral Komunikasi dan diharapkan bisa menjadi mata kuliah wajib di Seminari Tinggi,”ujar Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia Romo Kamilus Pantus dalam sambutannya.

Menurut Romo Siprianus Hormat, kegiatan workshop ini merupakan kerjasama untuk pertama kalinya antara Komisi Komsos dan Komisi Seminari KWI. Diharapkan nanti akan berlanjut di masa mendatang.

Foto kredit: Para pastor peserta workshop sedang memerhatikan paparan dari Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, RD Kamilus Pantus. (Retno Wulandari/Sesawi.Net)

Tags

Retno Wulandari

Praktisi di bidang Public Relation, Tim Komsos KWI

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close