HarianJendela Alkitab

“Betapa baiknya Bapa di Surga” (9 Oktober Luk 11: 5-13)

Apa yang kita harapkan dari Tuhan khususnya ketika kita merasa bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa kita, tidak memberikan apa yang kita harapkan? Yesus sungguh luar biasa. Dia menggunakan suatu ilustrasi dari kehidupan sehari-hari  untuk menggambarkan betapa baiknya Tuhan kepada kita. Ada semacam kebiasaan yang sangat bagus di tegah masyarakat pada waktu itu dalam hal menjamu tamu yang dating ke rumah. Apakah tamu itu lapar atau tidak, tuan rumah wajib menghidangkan makanan. Maka sangat masuk akal ketika seseorang kedatangan tamu dan merasa  bingung karena tidak mempunyai makanan yang dapat dihidangkan. Ia rela pergi ke tetangganya meskipun hari sudah malam untuk meminjam roti. Tentu saja sebagai bentuk keramahan tetangganyapun meminjamkan roti kepadanya. Yesus masih dengan cara yang lain menggambarkan betapa baiknya Tuhan kepada manusia.

Kalau tetangga saja bisa meminjamkan roti kepada temannya yang datang pada malam hari ke rumahnya apalagi Bapa di surga. Kalau orang tua saja tidak mungkin akan memberikan anaknya ular ketika dia minta ikan atau memberikan kalajengking ketika anaknya meminta telur. Apalagi Bapa di surga akan memberikan apa yang kita minta, maka mintalah dan kita akan mendapat, ketuklah dan pintuk akan dibukakan. Tuhan akan memberikan bukan hanya yang kita minta, tetapi lebih dari yang kita harapkan. Apakah kita yakin dan percaya akan hal itu?

Bapa surgawi, Engkau begitu baik dan murah hati. Semoga kami tetap percaya akan kasihMu dan dengan penuh keyakinan dating kepadaMu untuk memperoleh karunia, berkat dan bekal hidup yang kami perlukan sebagai murid-muridMu dan putra dan putriMu.

Keterangan foto: Pax et bonum, ilustrasi dari  catatanseorangofs.wordpress.com

Tags

RD. Edy Prasetya

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Palembang (KAP), Sumsel; Sekretaris KAP, Ketua Komisi Liturgi dan Kateketik Kitab Suci KAP.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close