Urbi

Mengabulkan untuk Keselamatan (Renunagn Hari Pangan Sedunia, 9 Oktober 2014)

Gal 3:1-5, Luk 11: 5-13

MENGABULKAN UNTUK KESELAMATAN

“Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Luk 11: 13b)

 

Siapa yang tidak terbuai dan bahagia, mempunyai Bapa yang selalu berkata: “Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan.” (ay. 9-10). Betapa indahnya hidup. Sebab segala sesuatu dijanjikan oleh Bapa untuk kita, anak-anak-Nya.

Tetapi kenyataannya, kenapa hidup kok tidak demikian ya? Apakah janji Allah Bapa itu palsu? Sebab apa yang kita minta belum tentu diberi, apa yang kita cari belum tentu mendapat dan pintu yang kita ketuk sepertinya sering terkunci.

Sekarang mari kita pikirkan apa yang pernah kita minta, kita cari, dan “jenis” pintu yang kita ketuk…Sudah mendapat atau belum? Hanya ada satu kemungkinan jawaban jika semua keinginan kita itu dikabulkan atau tidak, yaitu Allah Bapa memberi dan membukakan pintu yang dibutuhkan manusia hanya untuk “keselamatan”. Allah tidak memberi dan membukakan pintu yang di dalamnya berisi kesenangan bagi manusia tetapi tidak menyelamatkan. Maka hanya yang terbaik menurut Allah-lah yang akan diberikan kepada manusia. Yang terbaik menurut Allah (= yang menyelamatkan manusia) memang belum tentu sejalan dengan pikiran manusia yang cenderung berorientasi melulu pada hukum senang. “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!” (ay. 13). Itulah Allah Bapa kita yang tak akan berjanji palsu. Dan karena Allah tahu, manusia sering dikuasai oleh nafsu maka hal terbaik lagi yang diberikan Allah agar manusia tahu benar-benar apa yang diminta, dicari, dan pintu yang diketuk maka Allah“akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta  kepada-Nya.” (ay. 13). Roh itulah yang akan membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Rom 8:26).

Melalui Roh itu pula, kita digerakkan juga untuk menjadi jawaban bagi doa-doa mereka yang miskin papa terutama yang membutuhkan pangan sehat.

 Pertanyaan reflektif:

Ketika aku meminta dan memohon sesuatu kepada Allah, sempatkah aku memikirkankan dan mempertimbangkan apakah permohonanku itu sesuai dengan kehendak Allah yang ingin menyelamatkanku?

 Doa:

 Allah Bapa yang penuh kasih, utuslah Roh-Mu dalam kehidupanku agar dapat membimbingku meminta yang terbaik bagi keselamatanku dan mengarahkanku juga untuk mencintai dan melayani sesamaku terutama kepada mereka yang membutuhkan pangan sehat. Amin. (RD M. Harry Sulistyo)

Keterangan foto:Bertekun dalam doa, ilustrasi dari marbunrigson.blogspot.com

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close