Harian

Waspadalah terhadap Ketamakan, Ef 2:1-10, Luk 12:13-21 (Renungan Hari Pangan Sedunia, 20 Oktober 2014)

Tuhan Yesus memberi penjelasan yang paling gamblang tentang kekayaan dan jiwa kita. Ketika berada di dunia ini, orang bisa sangat tergoda untuk mengumpulkan kekayaan, menjadi serakah, kikir, dan mementingkan diri sendiri.

Menurut Yesus, orang bisa berpikir bahwa hidupnya sudah nyaman ketika ia mempunyai banyak harta. Akan tetapi damai sejahtera yang diberikan dunia ini melalui harta benda bukanlah damai sejahtera yang masuk dalam kriteria surgawi. Orang tidak akan menjadi bahagia dengan harta bendanya, karena ia sangat tergantung dari hidup yang dianugerahkan Allah kepadanya. Apalah artinya mempunyai harta benda kalau kita mati dan tak berguna? Hidup lebih penting daripada harta benda yang bersifat fana. Orang hanya akan menjadi bahagia jika ia tahu bagaimana menggunakan harta benda untuk sesuatu yang lebih abadi, yaitu kehidupan rohani dan berlaku baik bagi sesama selama di dunia ini.

Pertanyaan reflektif:

Kita seringkali terjerat oleh kesempitan cinta diri dengan membuat hidup menjadi sangat mewah, bekerja terlalu keras dan melupakan perhatian pada keluarga dan sesama. Kita berpikir bahwa harta benda dapat membahagiakan kita, seolah-olah orang lain tidak penting lagi. kita merasa dapat hidup sendiri dan berbahagia karena kepemilikan harta benda itu. Akan tetapi, apalah artinya jika kita kaya raya tetapi merasa kesepian dan kosong? Bukankah hidup yang berarti dan “penuh” itu adalah hidup karena dapat berguna dan berbagi bagi orang lain? Apakah kita akan terus merasa sejahtera jika kita kenyang sendiri? Semoga kita dapat membagikan sebagian dari kelimpahan kita untuk orang lain yang merasa kelaparan dan membutuhkan makanan. Semoga dalam hidup ini, kita makin mengerti bahwa hidup berarti berbagi dan berbahagia bersama, bukan sendirian.

Doa:

Ya Yesus, Engkau memberi ajaran yang sangat berarti bagi kami. Engkau bahkan memberi kami terang-Mu dengan mengajarkan kami untuk berbagi dan terbuka pada kesulitan orang lain. Semoga kami tidak mengumpulkan keberuntungan sendiri, tetapi mengusahakan kesejahteraan bersama orang-orang di sekitar kami. Rahmat Roh Kudus membantu kami (RP A. Erwin Santoso, MSF)

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close