GEREJA KITAUrbi

Ada ‘jurang besar’ di antara pemerintah Tiongkok dan Gereja Katolik

Situasi kebebasan beragama di Tiongkok bergerak dari buruk menjadi lebih buruk, kata  Chris Smith, anggota Kongres Amerika Serikat (AS), menanggapi sebuah laporan terbaru oleh Komisi Eksekutif Kongres tentang Tiongkok.

“Kini ada jurang besar “di antara Tiongkok dan Gereja Katolik,” kata Smith, selama konferensi pers belum lama ini dengan para wartawan.

Dia mengatakan, “Gereja ‘bawah tanah’ telah secara brutal dianiaya di Tiongkok, baik Protestan maupun Katolik,” namun ia mengatakan bahwa kini bahkan Gereja yang diakui negara menghadapi penganiayaan juga.

“Gereja Patriotik, Gereja Katolik – mereka menjadi sasaran dimana gereja-gereja mereka dibongkar paksa yang kita belum pernah melihat sebelumnya. Jadi ada banyak kekhawatiran bahwa kebebasan beragama telah lebih jauh memburuk di Tiongkok.”

Smith kemudian mengutip pernyataan dari laporan tersebut: “Pihak berwenang Tiongkok terus mengganggu, menahan, memenjarakan umat, dan mengganggu kegiatan keagamaan mereka, baik  komunitas Protestan terdaftar maupun tidak terdaftar yang bermasalah dengan pemerintah atau kebijakan partai.”

Laporan ini juga merinci permusuhan pemerintah kepada agama Katolik, dengan mengatakan, “Pemerintah terus mengganggu umat Katolik yang mempraktekkan iman mereka”.

Di antara insiden pelecehan terhadap Gereja Katolik dalam satu tahun terakhir adalah penahanan terhadap dua imam Katolik ‘bawah tanah’ untuk “mengorganisir pelajaran agama dewasa” dan denda yang dikenakan terhadap orang awam yang mendukung pelayanan para imam tersebut’.

Pemerintah seperti dilaporkan mencegah umat Katolik bergabung dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Korea Selatan pada Agustus lalu, dan mengancam umat Katolik Tiongkok yang telah berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Mereka begitu meremehkan dan meremehkan Tuhan, agama, dan ekspresi keagamaan,” tambah Smith, anggota Kongres dari Partai Republik itu.

Sumber: ucanews.com

Keterangan foto: Bendera Tiongkok, Ilustrasi dari indonesia.ucanews.com

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close