HarianJendela Alkitab

Membangun Bangsa dengan Semangat Persatuan: Jumat, 7 November 2014

ADA seorang kaya mempunyai tiga orang anak laki-laki yang selalu bertengkar. Orang kaya itu sedih karenanya. Namun dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Pada suatu hari ia mendengar salah seorang anaknya berkata kepada yang lain, “Apabila ayah kita meninggal, kita harus membagi harta ini. Karena kita tidak dapat hidup bersama dalam perselisihan terus-menerus.”

   Orang kaya itu kaget mendengar perkataan itu. Dia kemudian memanggil ketiga anaknya dan meminta mereka membawa seberkas sapu lidi. Ketika anak-anaknya berkumpul dan menyerahkan sapu, orang kaya itu mengambil satu lidi dan mematahkannya menjadi dua.

   Lalu ia menjelaskan, “Lihat! Satu lidi dapat dengan mudah dipatahkan.”

   Kemudian dia menyatukan ketiga sapu yang dibawa oleh anak-anaknya dan menyerahkannya kepada salah seorang anaknya. Lantas dia memberi perintah kepada mereka, “Sekarang coba patahkan sapu itu!”

   Secara bergilir ketiga anak itu berusaha mematahkannya, tetapi berkas sapu itu tidak dapat dipatahkan. Kemudian ayah itu berkata lagi, “Anak-anakku, jika kalian sendirian kalian lemah. Tetapi jika bersama-sama kalian akan kuat. Jangan bodoh, membiarkan pertengkaran melemahkan persatuan kalian.”

   Anak-anak itu pun mengerti dan tidak pernah lagi berselisih.

   Gaung persatuan selalu dikumandangkan di negeri ini sejak negeri ini berdiri. Mengapa dibutuhkan persatuan? Karena hanya dengan persatuan itu kita dapat membangun negeri yang kita cintai ini. Hanya melalui persatuan yang teguh kita dapat melangkahkan kaki kita sebagai sebuah bangsa.

   Namun tidak dapat dipungkiri bahwa selama perjalanan waktu, bangsa kita juga tergoda untuk melepaskan diri. Ada gerakan-gerakan separatisme. Mereka merasa lebih beruntung memiliki sebuah negara sendiri. Mungkin selama ini mereka merasa kurang diperhatikan sebagai bagian dari negara kesatuan RI. Tentu hal ini patut disayangkan.

   Sebagai bangsa yang bersatu, kita semua dipanggil untuk mengambil bagian dalam usaha membangun negeri ini. Negara ini milik semua warga bangsa ini. Negara ini bukan hanya milik orang-orang yang berada di pulau tertentu, kota tertentu. Setiap warga bangsa ini mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap negara kesatuan RI ini.

   Setiap tahun kita merayakan proklamasi kemerdekaan RI. Sebagai bangsa, semestinya perayaan ini bukan hanya sebuah upacara seremonial. Tetapi menjadi sebuah perayaan yang penuh makna. Menjadi sebuah perayaan yang membawa setiap warga bangsa ini kepada kesadaran akan kesatuan dan persatuan sebagai sebuah bangsa.

   Ada pepatah ‘Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.’ Apa makna pepatah ini bagi kita di zaman sekarang? Artinya, kita ingin membangun kekokohan hidup kita dan bangsa kita melalui persatuan. Hanya dengan persatuan itu, kita dapat membangun sebuah bangsa yang sejahtera, aman dan damai. Mari kita satukan hati dan tekad kita untuk membangun sebuah bangsa yang kuat dalam berbagai bidang kehidupan.

Kredit foto: Calon Menteri diperkenalkan oleh Presiden Jokowi (Liputan 6)kabinet kerja jokowi by liputan 6

Tags

RP. Frans de Sales SCJ

Imam religius anggota Kongregasi Hati Kudus Yesus (SCJ); sekarang Ketua Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang dan Ketua Signis Indonesia; pengelola majalah "Fiat" dan "Komunio" Keuskupan Agung Palembang.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close