HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Sabtu 15 November 2014

3Yoh.5-8, Luk.18:1-8

           Kita sering mengeluh, “Wah,sudah berdoa berkali-kali, apa yang aku mohonkan pada Tuhan tak kunjung terkabulkan.” Demikian jadinya dengan orang yang berdoa kepada Tuhan dengan menjejali Tuhan dengan daftar permohonan ini dan  itu. Orang sering merasa kecewa dan frustrasi bila permohonan-permohonannya tak kunjung dikabulkan.

          Perumpamaan Yesus tentang seorang janda yang tak henti-hentinya mengajukan permohonannya kepada seorang hakim, mengajarkan kepada kita sikap sabar,bertekun dan tidak mengenal lelah dalam memohonkan sesuatu kepada Allah. Allah kita adalah Allah yang peduli dan tahu pergumulan kita, bahkan Allah yang tahu apa yang terbaik untuk kita. Tapi kenapa ia tampak diam, tuli dan tak peduli dengan permohonan yang sudah berulang-ulang disampaikan? Masalahnya adalah Allah tahu persis waktu yang tepat permohonan itu dikabulkannya. Ia meminta kita bersabar dan berserah diri pada kehendak-Nya.

          Cara bersikap Allah sangat berbeda dengan cara bersikap kita. Kita terbiasa hanya senang dengan orang yang kita kenal baik dan mau berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita. Allah mengenal kita semua dan mau berbuat baik untuk kita semua,demikianlah Ia menghendaki agar kita juga tahu dan mau berbuat baik kepada siapa saja, termasuk kepada orang asing yang lewat atau hadir dalam kehidupan kita.

          Ya Allah, anugerahilah aku kesabaran untuk menantikan saat yang tepat Kaukabulkan permohonanku, supaya dengan demikian aku juga merasakan dan mengalami apa artinya doa yang diajarkan Yesus,”Jadilah kehendak-Mu.” Semoga dengan kesabaran itu pula aku dapat menerima dan melayani orang-orang asing yang Kauhadirkan di depanku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2014

 

Tags

Related Articles

Close