Harian

Renungan Harian Sabtu, 29 November 2014

 

Why. 22:1-7, Luk. 21:24-36

Luk 21:24 dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”
Luk 21:25 “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
Luk 21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Luk 21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Luk 21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”
Luk 21:29 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.
Luk 21:30 Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.
Luk 21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Luk 21:32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.
Luk 21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”
Luk 21:34 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
Luk 21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
Luk 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Renungan

          Setiap orang mendambakan suatu kebahagiaan. Bagi orang yang beriman, kebahagiaan itu tidak sekadar kebahagiaan hidup di dunia ini tetapi juga, dan terutma, kebahagiaan hidup di akhirat. Banyak orang beriman berpikr, “Apalah arti hidup ini jika bahagia di dunia tetapi kemudian di akhirat mengalami penderitaan dan kesengsaraan? Ya, hidup di dunia hanya sementara dan kebahagiaan itupun sementara saja. Kehidupan di akhirat bersifat abadi dan kebahagiaannya abadi pula sifatnya.

          Kitab Wahyu memberikan gambaran tentang hidup akhirat yang membahagiakan. Gambaran ini yang memenuhi kerinduan dan dambaan manusia yang ingin hidup bahagia dalam keabadian, bahagia untuk selamanya. Siapa yang tidak ingin mengalami keabadian seperti dilukiskan demikian? Orang beriman pasti mendambakan dan memimpikannya.

          Akan tetapi, gambaran tentang keabadian yang membahagiakan itu, meminta sikap waspada untuk tetap berjalan di jalan menuju kebahagiaan abadi itu. Waspada agar jangan sampai kesibukan duniawi, apalagi pesta praduniawi, membuat kita terseret arus ke jalan yang menyesatkan. Apakah kita bisa berjaga-jaga di dalam doa, walau hanya sejam saja, bersama Yesus? Apa yang dikatakan Yesus di malam terakhir kepada para murid-Nya, baiklah kita dengarkan terus dari saat ke saat.

          Ya Tuhan, berilah aku keyakinan akan kebahagiaan abadi itu dan peliharalah aku dalam kasih-Mu agar tetap setia di jalan yang Kautunjukkan. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2014

Keterangan fotoparokimbk3lingga.blogspot.com, ilustrasi dari parokimbk3lingga.blogspot.com

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close