HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Senin 8 Desember 2014

Kej. 3:9-15.20,Luk. 1:26-38

Luk 1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
Luk 1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Luk 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Luk 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Luk 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Luk 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Luk 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
Luk 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
Luk 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
Luk 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Luk 1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Luk 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Luk 1:38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan

          Peristiwa kekalahan, menyerah, dan tunduk merupakan peristiwa yang selalu ingin dihindari. Kita tidak mau dilecehkan. Kita tidak mau kalau tidak kelihatan hebat. Sungguh terbalik dengan semangat hidup yang ditampilkan Bunda Maria. Sang Bunda justru berkata: “Sesunguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Ungkapan penyerahan diri yang total pada kehendak Tuhan.

          Oleh karena itu, wajarlah kalau Bunda Maria diberi gelar “Dikandung Tanpa Noda” karena tidak ada kuasa “kodrat kelemahan manusiawi” yang menundukkannya. Dengan tegas dan jelas Bunda Maria hanya menaati kehendak Allah. Bunda Maria sungguh menyadari dan menghayati kedudukan dirinya sebagai yang tercipta di hadapan Sang Pencipta.

          Yesus, dalam rahim Bunda Maria, Engkau telah dikandung. Bunda Maria-lah yang telah mencintai dan membesarkan-Mu. Semoga aku menyadari bahwa Maria pun Bundaku. Aku pun dicintai dan dibesarkan oleh iman Bunda Maria. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2014

Keterangan fotoMalaikat Gabriel berjumpa dengan Mariaparapatkpnp.blogspot.com

Tags

Related Articles

Check Also

Close
error: Content is protected !!
Close