HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Selasa, 23 Desember 2014

Malaekhi. 3:1-4;4:5-6, Lukas. 1:57-66

LUKAS 1:57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.

Lukas 1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Lukas 1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,

Lukas 1:60 tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

Lukas 1:61 Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama  demikian.”

Lukas 1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

Lukas 1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.

Lukas 1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Lukas 1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

Lukas 1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Renungan

Pada pintu gerbang sebuah tempat latihan militer tertulis: “kalau anda ragu, lebi baik mundur.” Suatu ungkapan yang sangat tegas, jelas dan menantang. Memang slogan atau ungkapan itu bukanlah omong kosong. Orang yang bersedia dididik dalam kesatuan militer itu memang harus siap dibentuk dalam susana keras, disiplin dan penuh latihan-latihan yang melelahkan mental dan fisik. Di situlah peserta ditempa dan dibentuk dengan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan agar kelak karakternya sesuai dengan target kesatuan yang bersangkutan.

Mengapa karakter manusia itu perlu dibentuk? Kita tidak pernah lahir sebagai manusia yang sudah jadi. Semua peristiwa, semua relasi, pengalaman, pengamatan dan pendidikan membentuk karakter seseorang, akan menjadikan ia manusia yang unik.

Dalam sejarah kehidupan itulah, Allah berkarya tanpa disadari oleh kita sendiri. Oleh karena itu, Kitab Maleakhi mengingatkan kita;”Sebab ia seperti tukang pemurni logam dan seperti tukang penatu.” Allah menaruh maksud kehendak-Nya secara misteri dalam perjalanan hidup kita;”Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya. Marilah kita bersyukur atas hidup ini. Allah memberikan yang terbaik bagi hidup kita.”

Ya Tuhan, Engkaulah yang telah membentuk buah pinggangku dan menenun aku dalam rahim ibuku. Betapa ajaib hidupku kalau kurenungkan setiap jengkal hari-hariku. Tangan-Mu tak pernah lelah menopangku, Tuhan. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2014

Kredit foto: Kelahiran Yohanes Pembaptis, ilustrasi dari Kelahiran Yohanes Pembaptis, ilustrasi dari www.parokisantahelena.or.id

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close