DOA BREVIRRABUSIANG

06 Januari 2016│Rabu Sesudah Penampakan Tuhan│Ibadat Siang

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Alleluya

MADAH

Marilah kita bernyanyi

Bagi penebus ilahi

Dengan iman dan harapan

Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan

Dari tipu daya lawan

Agar selalu setia

Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firmanMu,*

itulah kekayaan hatiku.

Aku memohon belaskasihanMu dengan segenap hati,*

kasihanilah aku sesuai dengan janjiMu.

Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*

dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Aku bergegas dan tidak berlambat,*

untuk memenuhi perintahMu.

Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*

tetapi hukumMu tidak pernah kulupakan.

Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepadaMu,*

karena hukum-hukumMu yang adil.

Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*

dengan orang yang menepati perintahMu.

Bumi penuh dengan kasih setiaMu, ya Tuhan,*

ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Antifon

Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – I

Ya Allah, dengarkanlah doaku,*

jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.

Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*

aku mengembara dan menangis.

Aku cemas karena teriakan musuh,*

karena aniaya orang berdosa.

Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*

dan dengan geramnya memusuhi aku.

Hatiku gelisah di dalam dadaku,*

kengerian maut mendatangi aku.

Aku ketakutan dan gemetar,*

perasaan seram meliputi aku.

Kataku: “Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*

supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.

Aku ingin lari jauh-jauh,*

dan tinggal di padang gurun.

Aku akan mencari tempat perlindungan,*

terhadap angin ribut dan badai”.

Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*

sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.

Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*

di dalam kota ada kelaliman dan bencana.

Kebinasaan merajalela dalam kota,*

lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Antifon

Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – II

Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*

masih dapat kuterima.

Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*

aku masih dapat menyembunyikan diri.

Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*

sahabat dan orang kepercayaanku;

dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*

bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.

Aku tetap berseru kepada Allah,*

Tuhan akan menyelamatkan daku.

Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*

dan Tuhan mendengarkan jeritanku.

Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*

sebab banyaklah mereka yang melawan daku.

Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*

Dialah hakim sejak sediakala.

Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*

dan tidak mau takut akan Allah.

Orang itu mengepalkan tangannya melawan sahabat,*

dan melanggar perjanjiannya.

Mulutnya licin melebihi mentega,*

tetapi hatinya merancangkan perang.

Kata-katanya lembut melebihi minyak,*

tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.

Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*

orang benar tidak dibiarkanNya goyah.

Tetapi orang-orang jahat,*

Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.

Para penumpah darah dan penipu,+

takkan mencapai setengah umur hidupnya,*

tetapi aku ini percaya kepadaMu, ya Tuhan.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

BACAAN SINGKAT

(Why 21,23-24)

Yerusalem baru tidak memerlukan matahari atau bulan guna meneranginya. Sebab kemuliaan Allah meneranginya, dan pelitanya ialah Anakdomba. Para bangsa akan berjalan di dalam cahayanya, dan para raja di dunia akan membawa kekayaan mereka kepadanya.

P: Kita telah melihat kemuliaan Putera Tunggal, alleluya.

U: Penuh rahmat dan kebenaran, alleluya.

DOA PENUTUP

Ya Allah, Engkau telah menerangi bangsa-bangsa. Anugerahilah umatMu damai abadi. Terangilah jalan hidup kami, seperti Engkau telah menerangi jalan hidup umat Israel.

Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

=======

Sumber:Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close