HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Jumat, 9 Januari 2015

Bacaan I: 1Yoh. 5:5-13, Bacaan Injil: Luk. 5:12-16

 Renungan:

Mukjizat yang terjadi pada Injil hari ini dibuat Yesus secara langsung dan tanpa penundaan. Tidak ada pertanyaan dari pihak Yesus tentang status atau pendapat orang tersebut. Alasan utama terjadinya mukjizat tersebut adalah karena pemohon datang kepada Yesus dengan kelimpahan dan kepenuhan iman yang sangat jelas. Orang kusta yang datang kepada Yesus menyampaikan permohonan secara lugas. Ia tak mengatakan ‘Jika bisa menyembuhkan, tolonglah Tuan sembuhkan saya.’ Dengan tegas ia memohon penyembuhan, seraya tersungkurl memohon, ‘Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.’

 Orang yang menyampaikan permohonan itu ‘penuh kusta’ tetapi ia juga dipenuhi dengan iman. Dengan permohonannya itu nampak bahwa orang kusta itu tidak pernah meragukan apakah Yesus bisa menyembuhkannya. Orang itu mengetahui dengan pasti bahwa Yesus pasti bisa menyembuhkannya. Yang menjadi soal baginya dan bagi Yesus hanyalah soal ‘Apakah Yesus menghendaki untuk melakukan hal tersebut’. Dengan keyakinan itu, orang kusta itu sangat menghargai dan memercayai Yesus dengan  iman yang mendalam tanpa keraguan sedikit pun. Oleh karena itu, sebagai tanggapan, Yesus menyatakan bahwa Ia memang akan menyembuhkan orang kusta tersebut dari penyakitnya. Iman yang kokoh semacam itulah yang segera mendapat tanggapan langsung dari Allah. Hal ini pula yang membuat Yohanes dalam bacaan pertama hari ini menegaskan bahwa kita bisa menaklukkan dunia jika kita percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah. Lebih lanjut Yohanes bahkan menegaskan bahwa, barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup. Sebaliknya, barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Pernyataan ini sangat berguna bagi pertumbuhan hidup iman kita supaya dengan serius mempertimbangkan bagaimana hidup kita bisa lebih baik dengan meningkatkan kepercayaan kita kepada Allah sekaligus, mengupayakan relasi yang lebih baik untuk mengasihi-Nya. Yesus memuji semua orang yang memiliki iman yang utuh kepada-Nya dan memberi kita setiap alasan yang kuat guna menjawab mengapa kita harus memiliki-Nya di dalam hati kita.

Keterangan foto: Iman Sepuluh Orang Kusta, ilustrasi dari catatanseorangofs.wordpress.com

Tags

RD RF Bhanu Viktorahadi

Imam diosesan (praja) Keuskupan Bandung; sekarang menjadi staf pendidik Seminari Tinggi Fermentum Keuskupan Bandung dan dosen filsafat Universitas Katolik Parahyangan.

Related Articles

Close