HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Sabtu, 24 Januari 2015

Bacaan I: Ibr.9:2-13.11-14, Injil: Mrk. 3:20-21

MARKUS 3:20 Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.

Markus 3:21 Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

Renungan

Dalam bait Allah ada dua bagian, yaitu tempat kudus dan tempat yang mahakudus. Tempat yang kudus letgaknya di depan tirai dimana dian dan roti sajian diletakkan. Sedangkan dibalik tirai disebut tempat yang mahakudus. Tempat ini hanya boleh dimasuki oleh Imam Besar,  bukan Imam biasa. Bila masuk ke dalam tempat yang mahakudus ini seorang Imam Besar  harus membawa darah korban untuk upacara perdamaian umat dan Allah.  Yesus adalah Imam Besar yang  masuk ke tempat darah-Nya sendiri untuk perdamaian itu. Persembahan diri  Yesus itu membuahkan Roh  yang kekal untuk menyucikan hati nurani umat manusia sehingga kita layak beribadat kepada Allah.

Santo Fransiskus de Sales yang hari ini kita peringati  menghayati  buah persembahan Imam Agung Yesus Kristus itu sehingga dia mempunyai hati yang murni dan sikap “ Lemah–lembut  dan rendah hati !”  Dua keutamaan itulah yang mewarnai hidup dan karyanya sehingga dia dipakai oleh Allah untuk mempertobatkan banyak orang.  Berkat dua keutamaan itu, hampir semua orang di kota Chablais, Perancis dimana dia berkarya kembali ke jalan Tuhan.

Lemah–lembut dan rendah hati adalah buah Roh, bukan hasil prestasi. Keutamaan ini bagaikan tanah subur untuk sabda Tuhan dan tentu menghasilkan buah yang berlimpah–limpah.

Tuhan Yesus, Engkau lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu !( 3 x ). Amin

 

 Teks: Ziarah Batin 2015

Foto: Kurban Persembahan Imam Agung, Yesus Kristus, ilustrasi dari catatanseorangofs.wordpress.com

 

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close