KWI

Hari Ketiga Workshop, Menulis Itu Indah, Kata Fransisco Mada

KUPANG, Mirrifica.net – Di sela-sela padatnya materi dan terbatasnya waktu workshop menulis, para Frater peserta workshop pada Sabtu (24/1) lalu mengaku merasa dibantu dan disemangati oleh Tim “Indonesia Menulis”. Ada gairah baru akan lahirnya penulis-penulis muda berbakat.

Frater Dionisius Hesron, misalnya,  mempunyai penilaian tersendiri selama mengikuti tiga hari workshop menulis tersebut.

“Saya merasa sangat dibantu dan semangat saya untuk mulai berlatih bangkit setelah mendapat pemahaman baru tentang arti penting menjadi seorang penulis”, kata Dionisius.

Mahasiswa tingkat II Sekolah Tinggi Filsafat Santo Mikhael Kupang itu menuturkan bahwa ternyata menulis itu mudah jika teknik-teknik menulis yang disampaikan oleh Tim Indonesia Menulis, Budi  Sutedjo dan Maria Herjani, didalami dan dipraktekan terus menerus.

“Berkat profesionalitas Budi Sutedjo dan Maria Herjani yang telah membawakan materi dengan sangat sederhana, akhirnya kami dapat memahami teknik menulis dengan lebih baik”, Dionisius melanjutkan.

Tanggapan yang hampir sama datang dari Frater Fransisco Mada.

“Jujur, semangat saya bangkit kembali . Sudah hampir 8 bulan saya berhenti menulis. Padahal, menulis itu dapat mendatangkan tidak hanya kepuasan intelektual tetapi juga kepuasan batin. Ini sungguh indah”, kata Mada.

Hari ketiga dan merupakan hari terakhir dari workshop menulis tersebut diisi dengan beberapa sesi diantaranya sesi menulis buku, menulis profil, menulis cerita pendek dan menulis biografi dan otobiografi.

Dengan penuh semangat, Tim “Indonesia Menulis” yang terdiri dari Budi Sutedjo dan Maria Herjani , terus membawakan  sisa materi tentang menulis hingga tuntas. Diselingi dengan berbagai simulasi dan latihan yang membuat suasana begitu hidup, para frater peserta workshop pun tampak aktif selama mengikuti kegiatan workshop hari ketiga.

 

 

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close