Para Imam Hendaknya Bersukacita Dalam Injil

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

PESTA syukur untuk ke delapan diakon tertahbis patut dirayakan dengan meriah dan agung. Luapan rasa syukur ini menjadi bagian  sejarah bagi Keuskupan Agung Medan (KAM) secara khusus bagi keluarga besar Ordo Conventual dan Kapusin Propinsi Medan.

Kamis, 29 Januari 2014 terdengar irama musik mengalun lembut menyambut kehadiran para tamu yang satu persatu memasuki Gereja yang indah dan megah. Pesta yang meriah dan agung ini merupakan kerinduan terdalam yang diimpikan oleh para jubilaris yang telah mempersiapkan diri kurang lebih sepuluh tahun yang lalu.

Pesta tahbisan imam baru ini dibingkai dalam Perayaan Ekaristi dan resepsi di halaman Gereja Paroki St. Yosef, Jl. Kain Batik yang dimulai pada Pkl 09.00 WIB. Diakon yang menerima tahbisan imamat.

Imam baru berpose bersama para Bapa Uskup dan Formator Seminari Tinggi Pematang Siantar, (Foto by Sr. Angela)

Imam baru berpose bersama para Bapa Uskup dan Formator Seminari Tinggi Pematang Siantar, (Foto by Sr. Angela)

Bapak Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Anicetus B. Sinaga OFM Cap. bertindak sebagai Uskup Penahbis. Ia didampingi oleh Uskup Emeritus Mgr.A.G.Pius Datu Bara, OFM.Cap., dan “tamu istimewa” yakni Uskup Emeritus Mgr Hieronymus Bumbun OFM Cap., yang berasal dari Keuskupan Agung Pontianak serta 168 imam selebran yang berasal dari Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Sibolga, dan keuskupan lainnya, serta ratusan umat yang hadir memenuhi Gereja Paroki St. Yosef, Jl. Kain Batik yang dimulai pada Pkl 09.00 WIB.

Dalam kotbahnya, Mgr. Anicetus menegaskan: para imam hendaknya senantiasa bersukacita dalam injil. Bersukacitalah sebagai Imam baik dalam dirinya dan juga bersama umat. Seorang imam pertama-tama mengalami sukacita injili itu dan teguh di dalamnya. Dengan demikian dia mampu seperti Bapa kita St. Fransiskus yang menghidupi doa damainya. Damai dengan dirinya, damai dengan sesamanya, damai dengan seluruh ciptaan yang ada di muka bumi ini.

Mari kita bersyukur atas panggilan yang kita terima sendiri dari Allah, menerima anugerah atau rahmat Tuhan yang sungguh berlimpah dalam hidup kita. Hidup sebagai imam perlu diisi dengan kebaikan dan kebajikan, serta berbagi suka cita dengan siapa saja sehingga kita dapat menikmati buah-buah kebaikan yang nyata dalam perbuatan kita.

Di dalam tema syukur “ Tuhanlah Gembalaku, Takkan Kekurangan Aku”. terimplisit di dalamnya keyakinan bahwa kita tetap menjadikan Allah sebagai Gembala dan pemimpin hidup kita sehingga imam yang baru saja ditahbis dipilih dan diutus untuk ambil bagian dalam tugas penggembalaan. Oleh karena itu, di atas segala-galanya, Tuhan adalah Yang Tertinggi, Sang pemimpin sejati. Tuhan adalah gembala yang baik yang membimbing domba-domba-Nya untuk membawa keselamatan bagi umat yang dipimpin-Nya. Dengan demikian, kita memiliki keyakinan bahwa imam yang baru ini mampu setia dalam panggilan Tuhan dalam sukacita injili.

Semoga perayaan syukur atas tahbisan imamat ke delapan diakon ini menjadi peristiwa iman bagi keluarga besar Ordo Kapusin dan Conventual juga bagi Keuskupan Agung Medan. Dan  menjadi sarana peningkatan iman, saluran berkat yang membawa umat menuju keselamatan serta menjadi moment panggilan untuk mengikuti Tuhan baik untuk umat maupun bagi keluarga besar Keuskupan Agung Medan (KAM).

 

Credit Foto: Sr. Angela

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share.

About Author

Sr. Angela Siallagan, FCJM

Anggota dari Kongregasi FCJM (Franciscanae Filiae Sanctissimae Cordis Jesus et Mariae). Suster-suster Fransiskan puteri-puteri hati Kudus Yesus dan Maria, yang berkarya di Pematang Siantar, Keuskupan Agung Medan

Comments are closed.