HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Kamis, 5 Februari 2015

Bacaan I: Ibr. 12:18-19.21-24, Injil: Mrk. 6:7-13

MRK 6:7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,

Mrk 6:8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,

Mrk 6:9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.

Mrk 6:10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.

Mrk 6:11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”

Mrk 6:12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,

Mrk 6:13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Mrk 6:14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”

Mrk 6:15 Yang lain mengatakan: “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan: “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.”

Renungan

Dalam sebuah tarekat religius, ada tradisi pembentukan bagi para calonnya dengan melakukan suatu kegiatan yang dinamakan perutusan peregrinasi. Peregrinasi adalah suatu perjalanan ziarah yang ditempuh dengan berjalan kaki selama 9 hari  sejauh 300 – 350 km, tanpa bekal apa pun. Barang berharga  yang boleh dibawa hanya KTP dan pakaian yang melekat di badan.  Mereka diutus pergi berdua – dua dengan tujuan yang berbeda. Biasanya setelah pulang mereka memberi kesaksian tentang kebenaran sabda Yesus hari ini . Meskipun tanpa bekal materi, mereka tetap mengalami kasih dan penyertaan TUHAN  dalam perjalanan ziarah mereka.

Misi utama Yesus adalah menyelamatkan para pendosa, penderita dan orang – orang yang belum percaya.  Karena itu, Yesus memperlengkapi misi parra murid-Nya hanya dengan kuasa untuk menyembuhkan dan mengusir setan – setan, bukan dengan perlengkapan lahiriah .  Tujuannya tidak lain daripada terciptanya” sebuah kota Allah yang hidup di mana akan terkumpul para jemaat kudus, yang senantiasa hidup dalam sukacita” karena merasakan kehadiran Tuhan di tengah – tengah mereka ( Ibr. 12:22 ).

Kehadiran kita yang memberi kesaksian iman, damai, sukacita dan semangat tobat di tengah keluarga, masyarakat, dan Gereja merupakan misi yang amat penting.Misi ini melebihi segala bentuk kekayaan lahiriah yang kita miliki.

Tuhan, mampukanlah aku menjadi pembawa damai di tengah dunia.Amin.

Teks : Ziarah Batin 2015

Kredit Foto:  soverdisurabaya.org

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close