OPINI

Memberi Tumpangan

“Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.” (Ibr 13, 2)

“Saya tidak percaya, Presiden memberikan saya tumpangan”, kata Gerhald Acosta.

IA biasa pulang dari kantornya di Montes del Plata, Uruguay dengan berjalan kaki menuju rumahnya. Saat itu sudah lebih dari 25 atau 30 mobil melewatinya tanpa memberi tumpangan. Tiba-tiba sebuah mobil Volkswagen Beetle berwarna biru menawari tumpangan. Setelah di dalam mobil dia sadar bahwa yang memberi tumpangan tersebut adalah Presiden Mujica dan Lucia Topolansky, isterinya.

Banyak pengendara mobil memang tidak mudah untuk memberikan tumpangan bagi orang yang sedang berjalan kaki, sekalipun arah perjalanannya sama. Sikap waspada dan hati-hati merupakan alasan utama, khususnya terhadap orang-orang asing atau mereka yang tidak dikenalnya. Pengendara sering kawatir, jangan-jangan mereka orang tidak baik, yang bisa membuat tidak aman, membahayakan atau malahan mengancam keselamatannya.

Para pengendara biasanya memberikan tumpangan terhadap orang-orang yang sudah dikenal dengan baik. Kewaspadaan akan bahaya atau ancaman dan kekuatiran akan keselamatan diri sendiri menjadi kendala bagi seseorang untuk memberikan tumpangan bagi orang lain. Memberi tumpangan sesungguhnya tidak hanya terbatas dalam lingkup transportasi atau bagi orang yang sedang berada dalam perjalanan. Memberi tumpangan bisa dilakukan dalam kesempatan dan peristiwa hidup yang lain.

Pengguna medsos, BB, WA sering ’memberi tumpangan’ orang untuk broadcast info atau iklan; peronda malam memberi tumpangan bagi pejalan kaki untuk istirahat; penduduk sekitar Gua Maria ‘memberi tumpangan’ bagi peziarah untuk mandi atau urusan belakang; warga masyarakat ‘memberi tumpangan’ sementara bagi kurban bencana; seorang buruh ‘memberi tumpangan’ bagi saudaranya yang sedang mencari pekerjaan di ibukota.

Memberi tumpangan merupakan satu keutamaan untuk membangun kasih persaudaraan sejati antar sesama.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Tags

RD. Tarcisius Puryatno

Imam diosesan (praja) Keuskupan Purwokerto; sekarang menjabat Vikaris Jenderak (Vikjen) Keuskupan Purwokerto.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close