HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Jumat, 6 Februari 2015

Bacaan I: Ibr. 13:1-8, Injil: Mrk. 6:14-29

MRK 6:22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,

Mrk 6:23 lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”

Mrk 6:24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”

Mrk 6:25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”

Mrk 6:26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.

Mrk 6:27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.

Mrk 6:28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.

Mrk 6:29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Renungan

Santo Ignatius Loyola dalam buku  Latihan  Rohani  menuliskan tentang  salah satu patokan  pembedaan roh. Ignatius  mengatakan  bahwa roh baik selalu memberi  dorongan, semangat,  dan kekuatan pada orang untuk berani melawan hambatan – hambatan yang dialami.  Roh baik selalu menegur dengan menghantam akal budi seseorang bila godaan dari roh jahat.

Dalam bacaan hari ini, terlihat jelas bahwa sebenarnya Herodes sudah ditegur oleh Roh Baik,” apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang –ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia” ( Mrk, 6:20 ) Juga pada saat ia mendengar permintaan anak perempuan Herodes, hati  Herodes menjadi  sedih ( bdk,ay,26 ). Namun , situasi batin Herodes sangatlah  lemah, rasa gengsi mengalahkan  teguran hati nuraninya, sehingga pikirannya adalah pilihan yang membawa kepada kematian.  Ia berlaku sewenang – wenang terhadap Yohanes Pembaptis yang sesungguhnya tidak bersalah ( bdk.Ibr.13:3 )

Setiap kita selau dihadapkan pada pilihan – pilihan dalam hidup.Kemampuan untuk mengenal kehendah Allah dalam hidup sangatlah dibutuhkan, agar pilihan yang kita ambil semakin membawa kita pada kehidupan dan keselamatan.

Tuhan, tuntunlah aku untuk selalu mengenali suara-Mu dalam diriku yang selalu membawa aku pada keselamatan.Amin.

 

Teks : Ziarah Batin 2015

Kredit Foto: Kemartiran Yohanes Pembaptis,kuatkanlahimanmu.blogspot.com

 

 

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close