KWI

2 Modal Utama Seorang Presenter

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

PRESENTER , pembaca berita atau pembawa acara adalah orang yang langsung bicara menyampaikan berita kepada khalayak umum. Cara bicara menjadi modal utama agar apa yang disampaikan diterima dengan baik. Selain itu, setidaknya ada 2 kekuatan atau modal yang harus dibangun bila Anda ingin menjadi seorang presenter menurut Pakar Komunikasi Errol Jonathans dalam Pelatihan Public Speaking di Ruteng, Jumat (20/2/2015), yakni kualitas vokal dan teknik berbicara.

Modal Pertama adalah vokal diafragma. Kualitas vokal ditentukan oleh suara diafragma yang tidak membuat tenggorokan capai dan kering.

Kualitas vokal yang berstandar adalah suara diagfragma. Suara diafragma didapat dengan teknik senam dan humming. Tujuan senam adalah melenturkan bagian-bagian yang yang sering kita pakai untuk berbicara misalnya mulut dan lidah. Lalu selanjutnya suara diagframa ini dapat dilatih setiap hari. Idealnya untuk bisa memeroleh suara diagframa seorang presenter harus melakukan senam dan humming setiap harinya selama 6 bulan.

Modal kedua, teknik berbicara. Intonasi atau irama, aksentuasi atau penegasan kata, artikulasi atau kejelasan pengucapan, kecapatan, dan ritme (ketukan harus stabil) adalah modal penting juga bagi seorang presenter.

Tentang teknik bicara ini, Errol menjelaskan beberapa hal yang penting diperhatikan, antara lain:
a. Intonasi. Jangan sampai seorang presenter terjebak pada bahaya monoton. “7 sampai 8 detik akan membosankan,”ujar Errol.

b. Aksentuasi (penekanan kata pada kalimat tertentu). Masalah aksentuasi bisa muncul karena napas pendek, sementara kalimat yang hendak disampaikan terlalu panjang.

c. Artikulasi : kejelasan pengucapan.

d. Kecepatan. Dalam Bahasa Indonesia, kecepatan berbicara idealnya antara 120-140 kata/ menit

e. Ritme dan stabilitas ketukan tuturan. Seseorang mengalami hambatan dalam berbicara (lebih lambat dan sering memakai kata-kata “e”) biasanya terjadi karena suplai informasi dari otak ke mulut terlambat. Presenter yang andal (ideal) adalah yang mahir memadukan logos (logika) dan phatos (emosi).

“Pada akhirnya target seorang Public speaker adalah to Educate (khalayak belajar). Ketika menyampaikannya dengan tepat maka akan membuat pendengar belajar dari apa yang kita sampaikan. Kedua to entertaint, karena banyak orang senang mendengarkan. Dan ketiga, to explain agar banyak orang mengerti apa yang kita sampaikan,”tegas Errol.

Keterangan Foto : Errol Jonthans sedang memberitahu salah satu peserta pelatihan (Foto oleh Retno Wulandari – Dok.Komsos KWI)

Share.

About Author

Retno Wulandari

Praktisi di bidang Public Relation, Tim Komsos KWI

1 Comment