HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Senin, 23 Februari 2015

Bacaan I: Im. 19:1-2.11-18, Injil: Mat. 25:31-46

MAT 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Mat 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Mat 25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;

Mat 25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

Mat 25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

Mat 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Mat 25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Renungan

Mother Teresa dari Calcutta mengatakan, “ Mereka yang tidak diinginkan dan tidak dicintai … mereka yang berjalan di  dalam dunia tanpa ada satu pun yang memperhatikan.Pernahkan kita pergi untuk menemui mereka? Pernahkan kita mengenal mereka ?Pernahkah kita mencoba untuk menemukan mereka?“ Sebuah ajakan praktis untuk mencintai sesama terutama kepada mereka yang sering kita abaikan.  Beliau adalah pelaksana Sabda yang sejati, terutama Sabda  Kasih yang sering kita hafal dan banggakan sebagai orang Kristen.

Dalam Kitab Imamat, Allah mengingatkan umat-Nya akan betapa  pentingnya menghormati dan mencintai sesama manusia, sebab manusia itu citra  Allah. Manusia harus menghormati  kekudusan Allah melalui cinta kepada sesame, terutama terhadap mereka yang miskin, cacat dan menderita. Yesus melalui khotbah tentang  pengadilan terakhir mengungkapkan: “ Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah  seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku “ ( Mat. 25:40 ).

Siapa pun sesama itu dan bagaimana saja  keadaan hidup mereka, entah berdosa, cacat dan berkekurangan, kita  semua  sama dihadapan  Allah.  Kasih – mengasihi antara sesama bukan lagi sebagai  seruan pengandaian melainkan suatu keharusan hidup.

Tuhan, bantulah aku agar mampu mencintai semua orang terutama mereka yang miskin dan terlupakan melalui perbuatan – perbuataan yang nyata.Amin.

Teks : Ziarah Batin 2015

Kredit Foto: Ilustrasi (Santa Theresia dari Calcuta, www.phatmass.com)

 

 

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close