Harian

Renungan Selasa 24 Februari 2015: Doa dari Hati

Bacaan: BcE Yes. 55:10-11; Mat. 6: 7-15.

Bco Ul. 9:7-21;25-29

DOA Bapa Kami adalah doa paling lengkap dan sangat disukai oleh seluruh umat beriman khususnya umat Katolik. Biasanya doa Bapa Kami dipadukan dengan doa Salam Maria dan ditutup dengan kemuliaan.

Doa Bapa Kami juga biasanya didoakan di segala peristiwa syukur dan penting dalam hidup. Inilah kenyataan yang terjadi dan sah-sah saja jika didoakan dengan penuh iman dan kesadaran penuh.

Jika ditilik dari tradisi Yahudi, ada tiga keutamaan religius yang dijalankan oleh orang Yahudi yakni derma, doa dan puasa. Ini adalah kewajiban religius bagi orang Yahudi. Yesus juga taat dengan kewajiban religius yang sudah turun-temurun dipraktekkan. NamunYesus tidak setuju ketika praktik religius dilaksanakan hanya untuk dipertontonkan dan dilihat oleh banyak orang dengan intensi untuk dipuji dan disanjung.

Doa tidak lagi dilihat sebagai relasi intens dengan Tuhan tetapi justru dijadikan kesempatan untuk menampilkan diri di hadapan orang lain. Yesus mengajarkan kepada para murid untuk berdoa dalam kamar tertutup dan jangan berdoa bertele-tele. Maksudnya bahwa doa tidak serta merta harus di kamar tertutup agar dapat didengar oleh Tuhan. Melainkan doa haruslah bersifat pribadi dalam arti relasi dengan Tuhan perlu dijaga.

Yesus mengajarkan doa Bapa Kami sebagai rumusan doa lengkap dan tidak bertele-tele. Tidak dipahami bahwa Doa Bapa Kami menggantikan semua doa yang juga diajarkan oleh para Kudus dan diajarkan Gereja. Kesalah pemahaman akan doa itu sendiri membuat kita tidak mendalami makna di dalamnya.

Sebagai umat beriman perlu kita sadari bahwa Doa Bapa Kami haruslah didoakan secara sadar dan benar. Rumusan kata-kata yang padat dan syarat dengan relasi intim manusia dengan Tuhan memampukan manusia untuk mengalami cinta kasih Allah sembari menyadari kelemahannya. Semoga dalam setiap kesempatan berdoa Bapa Kami kita semakin disadarkan akan cinta kasih Allah yang nyata dalam hidup. Amin

Tags

Fr. Ngasi Christoforus Pr

Frater calon imam diosesan Keuskupan Weetebula, Sumba, NTT.

Related Articles

error: Content is protected !!
Close