OPINI

Begal Ada Dimana-mana

“Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!” (Yes 1, 16-17)

KORAN Radar Banyumas hari ini memuat berita tentang begal, yang beraksi di SPBU Sokaraja sekitar pukul 02.00 dini hari. Mereka berboncengan motor dan menggunakan masker atau tutup muka. Mereka minta uang sambil menodongkan pisau. Akhirnya, mereka bisa membawa uang sekitar 9 jutaan.

Berita tentang begal tidak hanya terjadi pada hari ini, tetapi juga diberitakan pada hari-hari yang lalu. Begal beraksi di jalanan. Mereka merampas uang atau kendaraan serta mengancam orang lain dengan senjata. Bahkan, begal tidak hanya beraksi di jalanan, tetapi juga dalam sebuah lembaga atau instansi untuk mendapatkan dana dalam jumlah besar.

Yang masih hangat menjadi bahan berita adalah para begal anggaran belanja. Para begal ini tidak menggunakan topeng atau masker, tetapi berpakaian bersih, necis dan rapi. Dengan berbagai cara licik mereka mengatur strategi untuk mendapatkan dana dalam jumlah besar.

Begal ada dimana-mana dan mengancam siapa saja. Kejahatan selalu saja terjadi dan menjadi berita setiap hari. Kejahatan tentu tidak hanya terbatas dalam diri para begal saja, tetapi juga bisa dilakukan oleh orang lain.

Kejahatan tidak bisa hilang dan lepas dari setiap orang. Setiap orang selalu mempunyai pikiran-pikiran yang jahat, kehendak yang jahat, sikap serta perbuatan yang jahat.

Saya sering bertanya diri, “Mungkinkah dalam satu hari atau 24 jam, diriku terbebas dari sesuatu yang jahat dan tidak baik?”

Kelihatannya tidak mungkin. Dalam satu hari sering muncul pikiran atau kehendak yang jahat dan tidak baik. Berhenti berbuat jahat membutuhkan perjuangan dan usaha keras. Sikap yang tidak baik dan tindakan yang jahat mengalir dari pikiran atau kehendak yang tidak baik dan jahat pula.

Kekuatan jahat tidak akan pernah berhenti untuk menggoda dan menjatuhkan manusia. Kapan dan bagaimana caranya agar sesuatu yang jahat bisa berhenti dari diriku?

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: The Village

Tags

RD. Tarcisius Puryatno

Imam diosesan (praja) Keuskupan Purwokerto; sekarang menjabat Vikaris Jenderak (Vikjen) Keuskupan Purwokerto.

Related Articles

Check Also

Close
error: Content is protected !!
Close