HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Selasa, 3 Maret 2015

Bacaan I: Yes.1:10.16-20, Injil: Mat. 23:1-12

MAT 23:1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:

Mat 23:2 “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

Mat 23:3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Mat 23:4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Mat 23:5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

Mat 23:6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;

Mat 23:7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

Mat 23:8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Mat 23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

Mat 23:10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

Mat 23:11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

Mat 23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Renungan

Menurut Nabi Yesaya,  orang jahat tidak suka memperhatikan pengajaran Allah sehingga hidupnya kacau. Manusia yang baik adalah manusia yang tahu mengubah hidupnya menjadi semakin baik.  Kebaikan manusia adalah jika ia memberikan dirinya dari perbuatan jahat. Apakah kita masih terbiasa melakukan hal yang merugikan orang lain?  Apakah kita sudah berusaha menjadi baik dan belajar mempraktikkan  hal – hal yang,  meskipun kita cenderung  menyukai yang jahat dan menyenangkan kita?

Allah selalu mengampuni kita, agar dengan belas kasihan-Nya, hidup kita menjadi semakin baik dan memberkati orang – orang di sekitar kita. Pengampunan dari Allah mempunyai tujuan yang lebih tinggi daripada balas dendam dan hukuman.  Betapa pentingnya kita meniru apa yang telah dilakukan Allah atas hidup kita.  Allah mepunyai kuasa untuk menghukum dan mengasihi, tetapi Dia lebih suka mengasihi. Orang yang suka menghukum tidak mengenal hukum kasih dari Allah, Karena lebih mementingkan harga dirinya sendiri.

Marilah membangun sikap rendah hati dan siap melayani, agar Kerajaan Allah terwujud di dunia tempat kita hidup dan bergaul dengan banyak orang ini.

Ya Allah, ajarilah aku bersikap rendah hati, mengakui kelemahan dan kekuranganku yang selalu Engkau pahami. Semoga aku meniru teladan-Mu dan mengusahakan hidup yang baik dan berkenan di hati-Mu.Amin.

 

Teks : Ziarah Batin 2015

Kredit Foto: Ilustrasi (KerendahanHati,time2harvest.wordpress.com)

 

 

Tags

Related Articles

Close