HarianJendela Alkitab

Renungan Harian Aksi Puasa Pembangungan: Rabu, 04 Maret 2015

Yer. 18:18-20, Mat. 20:17-28

 PENGURBANAN

“Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mat.20:28)

Tiada syukur tanpa peduli adalah tema yang kita renungkan di masa APP-KAJ 2015 ini. Menyadari apa yang menjadi pesan sabda Tuhan hari ini, saya melihat bahwa kutipan dari ayat Kitab Suci di atas memberi bekal rohani kepada kita, para pengikut Yesus. Alasannya karena pengurbanan yang kita lakukan di dalam kehidupan kita bagi orang lain, siapapun mereka, merupakan buah dari kepedulian. Orang peduli untuk mencintai, berarti ada pengurbanan untuk menyediakan waktu bagi orang yang kita cintai. Orang peduli untuk berbuat baik, berarti kita diundang untuk mengurbankan waktu dan tenaga kita untuk menolong orang. Orang peduli untuk berdoa, berarti kita menyempatkan usaha kita juga untuk mendoakan orang lain, dsb. Dengan kata lain, setiap bentuk-bentuk pengurbanan yang kita lakukan entah dengan aneka macam tindakan kita merupakan buah dari kepedulian kita untuk senantiasa melayani.

Tak heran Yesus menyampaikan sikap perutusannya,” Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani… dan menjadi tebusan bagi banyak orang.” Saya membayangkan andaikan ada satu orang berbuat demikian seperti yang diajarkan Yesus, maka beberapa orang pasti tergerak mengikutinya. Apalagi jika ada puluhan, ratusan, ribuan atau malah jutaan orang berbuat apa yang menjadi pesan Yesus ini, maka dipastikan ada ribuan gerakan pengurbanan dimana dampaknya akan dirasakan di seluruh dunia menjadi sebuah kesaksian atas suatu perbuatan baik. Dalam Kitab Yeremia kita melihat maraknya fenomena kejahatan yang berkecamuk pada orang-orang jahat, bahkan menciptakan jerat kejahatan kepada orang baik. Justru Nabi Yeremia ‘berkurban’ (berbuat silih) dalam doanya supaya Tuhan mengampuni orang jahat. Inilah istimewanya kita mengikuti Tuhan: dalam keadaan kita dijerat kejahatan oleh orang jahat, kita masih peduli untuk berbuat baik dan mengampuni mereka.

Pertanyaan reflektif:

Apakah keuntungan yang dapat kualami ketika aku boleh melayani sesama dengan semangat berkurban? Ketika pengurbanan kita merasa tidak menjadi sebuah gerakan kebaikan bagi orang-orang yang tidak menyukai kita, bagaimana sikap kita?

Doa:

Ya Yesus yang baik, terima kasih bahwa Engkau sampai detik ini menyampaikan pesan indah dan bijaksana untuk kami teladani di dalam hidup kami. Melayani dengan penuh pengurbanan ternyata menghasilkan bagi kami dampak gerakan ‘Roh Allah” yang membuat kami selalu merasa damai, sukacita, dan selalu peduli. Berkatilah kami ya Yesus agar selalu setia meneladaniMu. Amin.

(RD. V. Rudy Hartono)

Ilustrasi: Pengurbanan – sekarimage.blogdetik.com

 

 

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close