HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Kamis, 5 Maret 2015

Bacaan I: Yer. 17:5-10, Injil: Luk.16:19-31

LUK 16:19 “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.

Luk 16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,

Luk 16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

Luk 16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

Luk 16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Luk 16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Luk 16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

Luk 16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

Luk 16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,

Luk 16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Luk 16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Luk 16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Luk 16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

Renungan

Orang yang mengandalakn dirinya sendiri sama seperti orang kaya yang sombong dan seakan – akan tidak membutuhkan pertolongan siapa pun. Orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang yang realitas, bahwa ia tidak dapat hidup tanpa pertolongan orang lain, terutama tanpa pertolongan Allah.  Semakin orang  mengandalkan diri  sendiri,  semakin besar  juga egoismenya. Semua  yang diperolehnya ingin dikuasai dan tidak ingin berbagi, sebab itu adalah hasil usahanya  sendiri. Jerat salah –pikir seperti ini yang membuat orang sulit masuk dalam surga kelak.

Marilah mengusahakan keselamatan kita sendiri dengan membangun sikap beriman yang benar dan memberi tempat sewajarnya untuk Tuhan campur tangan dalam hidup kita. Jika kita mau memberi  tempat untuk Tuhan dalam pekerjaan kita sehari ini, Tuhan akan membantu kita, melembutkan hati kita, supaya kita dapat bekerja lebih baik dan tidak sampai tertekan.

Ya Allah, berilah aku hati yang menerima apa yang tidak bisa aku ubah, dan membuka diri pada apa yang masih bisa aku ubah bersama-Mu  supaya hidupku boleh menjadi  berkat bagi sesama dan berkenan di hati-Mu, Amin.

Teks: Ziarah Batin 2015

Kredit Foto: mengandalkan Tuhan – www.iampiniel.com 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

Check Also

Close
error: Silakan share link berita ini
Close