Teladan Kita

S. Yohanes Yosef dari Salib, 5 Maret

St. Yohanes Yosef dari Salib dilahirkan di Italia selatan pada tahun 1654, pada Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga. Ia seorang pemuda bangsawan, tetapi berpakaian seperti layaknya seorang miskin. Ia melakukan hal tersebut sebab ia ingin menjadi miskin sama seperti Yesus.

Pada usia enambelas tahun, Yohanes Yosef bergabung dengan Ordo Fransiskan. Ia sungguh rindu untuk hidup penuh pengorbanan seperti Yesus. Oleh karenanya, dengan senang hati ia melakukan banyak mati raga. Ia tidur hanya tiga jam saja setiap malam dan menyantap makanan yang sangat sederhana.

 Yohanes kemudian ditahbiskan sebagai imam. Pastor Yohanes Yosef diangkat menjadi superior di Santa Lusia di Naples di mana ia menghabiskan sebagian besar masa hidupnya yang panjang. Ia selalu mendesak untuk melakukan pekerjaan yang paling berat. Dengan sukacita ia memilih untuk melakukan tugas-tugas yang tidak dikehendaki oleh yang lain.

 St. Yohanes Yosef mempunyai pembawaan yang penuh belas kasih. Namun demikian, ia tidak ingin menjadi pusat perhatian. Sebaliknya, bukannya menunggu orang lain datang untuk meminta pertolongannya, ia akan terlebih dahulu datang kepada mereka. Semua imam dan frater menganggapnya sebagai seorang imam yang penuh belas kasih. Yohanes juga amat mengasihi Bunda Maria dan berusaha membantu orang-orang lain untuk mengasihi Maria.

 Imam yang kudus ini demikian mengasihi Tuhan hingga meskipun ia sedang sakit, ia akan terus bekerja. St. Yohanes Yosef wafat pada tanggal 6 Maret 1734 dalam usia delapanpuluh tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius VIII pada tahun 1839.

 Bagaimana aku dapat menjadi saksi kasih Kristus yang tanpa pamrih dalam hubunganku dengan sesama, dan bagaimana aku menanggapi panggilan Tuhan untuk mengatasi cinta diri yang menghalangi hubunganku dengan-Nya?  

Sumber“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

Credit Foto: Santo Yohanes Yosef dari salib, katakombe.net

RD. Kamilus Pantus

Imam diosesan (praja) Keuskupan Weetebula (Pulau Sumba, NTT); misiolog, lulusan Universitas Urbaniana Roma; sekarang berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI.

Related Articles

Check Also

Close
error: Content is protected !!
Close