OPINI

Jauh Dekat

“Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya, ‘Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.’” (Mrk 12, 34)

BEBERAPA  waktu yang lalu, beberapa saudara dari Sulawesi mengunjungi sanak saudara yang tinggal di Jawa. Mereka mengunjungi saudara yang tinggal di Kediri, Madiun, Karanganyar dan Boro. Setelah menginap semalam di Boro, mereka bertanya, “Purbalingga itu dimana? Jauh gak?”

Saya menjawab, “Ya tidak jauh dibandingkan dengan jarak dari Sulawesi ke Purbalingga. Paling sekitar 4 jam perjalanan.”

Berdasar informasi tersebut, akhirnya mereka berminat ke Purbalingga dan saya menjadi sopirnya. Jarak dari Boro ke Purbalingga sebetulnya jauh dibandingkan dengan jarak dari Purwokerto ke Purbalingga. Namun bagi mereka, jarak ini tidak jauh dibandingkan dengan jarak dari Sulawesi ke Purbalingga.

Jauh dan dekat akhirnya bersifat relatif. Jarak yang bagi seseorang dianggap jauh dan perlu waktu lama, ternyata tidak jauh bagi orang lain. Para pejalan, peziarah, petualang, pendaki gunung sering bertanya, “Masih jauh gak tempatnya atau lokasinya? Masih berapa lama lagi perjalanannya?”

Mereka seringkali menjadapatkan jawaban, “Tidak jauh lagi kok! Paling tinggal satu kilo atau satu jam perjalanan.”

Istilah ‘tidak jauh’ ternyata mempunyai arti yang bermacam-macam, yakni hanya beberapa meter, sekitar satu kilo, sekitar satu jam lagi, dsb. Mereka ini belum sampai tempat tujuan. Namun demikian mereka sudah mendekati atau sudah berada di sekitar lokasi, yang letaknya tidak jauh lagi.

Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah. Maksudnya apa? Engkau memang belum sampai ke Kerajaan Allah, namun sudah mendekati atau sudah berada di sekitarnya. Orang yang disebut bijaksana saja masih berada tidak jauh dari Kerajaan Allah.

Bagaimana dengan banyak orang yang sering punya sikap dan perilaku yang tidak bijaksana? Orang harus lebih dari sekedar bijaksana agar bisa sampai dan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sampai dan masuk ke dalam Kerajaan Allah ternyata tidak mudah dan membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ist

Tags

RD. Tarcisius Puryatno

Imam diosesan (praja) Keuskupan Purwokerto; sekarang menjabat Vikaris Jenderak (Vikjen) Keuskupan Purwokerto.

Related Articles

Check Also

Close
error: Content is protected !!
Close