HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Senin, 16 Maret 2015

Yoh. 4:43-34

 Tuhan, Kuatkanlah  Iman Kami

   Pernah terjadi sebuah wilayah mengalami musim kering. Selama hampir setahun hujan tidak turun di wilayah itu. Hal itu tentu saja mengancam kehidupan mereka karena gagal panen. Mereka pun sepakat menghadap pastor paroki dan mencari jalan keluar dari kesulitan itu. Sang pastor memberitahukan umatnya  untuk membuat novena memohon hujan. Novena itu akan ditutup dalam perayaan Ekaristi pada hari Minggu.

Umat Allah itu pun kembali ke rumah masing-masing dan memulai novena memohon hujan. Pada hari penutupan novena, banyak orang datang ke gereja untuk menghadiri misa penutupan novena memohon hujan.  Ketika pastor melihat umat datang dalam jumlah yang begitu banyak, dia menjadi heran. Dia bertambah heran lagi karena tak seorang pun dari mereka yang membawa payung. Dengan penuh kecewaan pastor itu pun berkata: “Sebaiknya kamu pulang saja karena ternyata kamu tidak percaya bahwa doa kamu dikabulkan Tuhan. Buktinya tidak seorang pun dari antara kamu yang membawa payung.” Orang-orang itu tertunduk dan berkata dalam hati, “Yah… benar juga”.

Pesan dari anekdot itu kira cukup jelas. Kadang orang tidak yakin bahwa permintaannya dikabulkan Tuhan. Berbeda dengan pajurit yang diceriterakan di dalam Injil hari ini. Dia begitu yakin bahwa Yesus bisa mengabulkan permohonannya dan sungguh percaya bahwa Yesus bisa menyembuhkan anaknya yang sakit keras. “Tuhan datanglah sebelum anakku mati”.  Kata Yesus kepadanya, pergilah anakmu hidup!”  Orang itu percaya akan apa yang dikatakan kepadanya, lalu pergi.

Sebagaimana diceriterakan dalam Injil tadi, setelah ditolak oleh orang-orang sekampungnya di Nazareth  Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea tempat  Yesus membuat mukjisat untuk pertama kalinya. Kemudian di Kapernaum ada seorang pegawai di istana yang anaknya sakit keras.  Ketika dia mendengar bahwa Yesus datang dari Yudea ke Galilea, dia datang menemui Yesus dan meminta Dia untuk menyembuhkan anaknya yang sakit keras dan hampir mati.

Kisah ini mirip seperti kisah Matius 8:5-13 tentang seorang perwira tinggi yang memohon supaya Yesus menyembuhkan anaknya yang sedang sakit keras. Dia harus datang dari Kapernaum yang relatif jauh guna menemui Yesus dan memohon penyembuhan bagi anaknya. Kita bisa membayangkan seorang pejabat tinggi istana datang menjumpai anak seorang tukang kayu dan meminta bantuan kepadanya. Hal ini menjadi mungkin kalau dia sungguh percaya  bahwa Yesus yang posisi sosialnya lebih rendah dari padanya bisa menyembuhkan anaknya yang sedang sakit. Dia harus cukup rendah hati untuk bisa melakukan hal itu. Kendati banyak orang barang kali tidak paham dengan apa yang dilakukannya tetapi dia tetap melakukan itu karena dia percaya bahwa Yesus dapat melakukan hal tersebut.

Lebih dari pada itu, niatnya tetap teguh sekalipun pada awalnya Yesus menegur orang banyak karena kekurang-percayaan mereka. “Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjisat, kamu tidak percaya.” Pegawai istana itu bisa saja meninggalkan Yesus setelah mendengar kata-kata yang kurang sedap dari Yesus. Namun dia tidak melakukan hal itu karena dia percaya bahwa cuma Yesuslah yang bisa memenuhi harapannya yang menyembuhkan anaknya yang sakit. Dia juga mesti mempunyai iman yang cukup teguh ketika dia langsung pulang ke rumah setelah Yesus berkata: “Pergilah anakmu hidup.” Andaikata dia tidak cukup beriman dia masih mungkin membuat tawar-menawar dengan Yesus supaya datang ke rumahnya dan menyembuhkan anaknya itu.

Iman berarti percaya bahwa Allah bisa melakukannya. Di dalam beriman, orang harus menyerahkan diri kepada Allah dan membiarkan Allah mengerjakan apa yang dimintanya. Umat Allah dalam ceritera tadi ditegur oleh pastor parokinya karena mereka tidak percaya bahwa Tuhan bisa memberikan apa yang mereka yang minta. Sebaliknya, pegawai istana dalam ceritera injil hari ini berkenan di hadapan Tuhan karena dia percaya bahwa Yesus bisa memberikan apa yang diminta. Sebagai orang yang tidak cukup kuat beriman, marilah kita selalu berdoa: ”Tuhan, tambahkanlah iman kami!” Amin.

 

Credit Foto: Peneguhan,website.gpibsumberkasih.or.id 

 

 

 

Tags

RP. Bernard Raho SVD

Bekerja sebagai dosen dan pendamping para frater svd di Sekolah Tinggi Filasafat katolik Ledalero, Maumere.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close