HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Rabu, 1 April 2015

Bacaan I: Yes. 50:4-9a

Injil: Mat. 26:14-25

 

MAT  25:14 Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Mat 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Mat 25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
Mat 25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
Mat 25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
Mat 25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Mat 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
Mat 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Mat 25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
Mat 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Mat 25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
Mat 25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

Renungan

Ada pepatah mengatakan: “ada kelahiran, pasti ada kematian…” ada hitam, pasti ada putih.” Pepatah inilah yang juga berlaku dalam kehidupan kita sehari – hari bersama masyarakat. Di dalam hidup kita, terutama dalam relasi kita dengan orang lain juga demikian. Sering kali kita merasakan bahwa banyak yang kita percaya justru mengkhianati kita dan membuat kita sendiri sengsara.Tidak jarang justru orang – orang yang kita sayangilah yang membuat kita merasakan kehancuran dalam hidup ini.

Demikian juga Yesus dalam hidup-Nya bersama para Murid. Ia justru dikhianati bukan oleh orang – orang yang membenci diri-Nya, tetapi justru oleh murid-Nya sendiri. Dan, apa yang dilakukan oleh  Yesus? Ia tetap tenang, karena Ia yakin bahwa apa yang akan terjadi dalam diri-Nya sudah menjadi bagian dari kehendah Allah Bapa yang mengutus-Nya. Mampukah kita seperti Yesus yang dengan tenang tetap berpegang teguh pada iman akan Allah Bapa? Ataukah kita akan melarikan diri dari kenyataan itu ?

Tuhan Yesus, bantulah aku untuk berani berpegang teguh pada iman kepada-Mu walaupun sering kali aku mengalami kesesakan dan derita. Amin.

Teks : Ziarah Batin 2015

Credit Foto: Hitam putih kehidupan, dqryanhitamputihnyahidup.blogspot.com

 

 

Tags

Related Articles

Close