Teladan Kita

B. Antonius Neyrot, 10 April

Antonius dilahirkan di Italia utara pada abad kelimabelas. Ia menggabungkan diri dalam Ordo Dominikan di Florence, Italia. Pemimpin biara pada masa itu adalah seorang santo, yakni St Antoninus. Santo Antoninus membawa pengaruh besar pada B Antonius.

Broeder Antonius tengah berlayar dari Naples ke Sicily ketika perompak menaklukkan kapal. Antonius dibawa ke Tunis dan dijual sebagai budak. Ia berhasil mendapatkan pembebasan, namun meninggalkan Gereja. Ia menyangkal iman akan Yesus dan meninggalkan panggilan religius. Ia menerima Al Quran sebagai Kitab Sucinya. Selama beberapa bulan ia hidup sebagai seorang muslim. Ia juga menikah.

Sementara itu, pemimpin biara Dominikan, St Antoninus, wafat. Peristiwa ini mengguncang Antonius. Tampaknya suatu malam Antonius mendapatkan semacam mimpi. St Antoninus menampakkan diri kepadanya. Percakapan di antara kedua orang ini menghantar pada perubahan radikal dalam diri Antonius. Ia sungguh menyesal telah menghianati Tuhan. Ia tahu bahwa dalam hati ia tidak pernah meninggalkan imannya kepada Yesus. Ia tahu bahwa ia hanya dapat menjadi seorang Katolik. Dan ia sadar bahwa ia masih sangat ingin menjadi seorang broeder Dominikan. Antonius memulangkan isterinya kembali ke rumah orangtuanya. Kemudian ia mengenakan jubah putih Dominikan. Meski takut, ia pergi juga menghadap penguasa Tunis. Khalayak ramai berkumpul dan sang penguasa keluar. Di hadapan publik, Broeder Antonius mengakui bahwa ia telah melakukan suatu kesalahan besar. Ia seorang Katolik. Ia percaya dan mengasihi Yesus. Ia seorang Dominikan dan ingin tetap demikian sepanjang hidupnya. Sang penguasa amat murka. Ia mengancam dan lalu menjanjikan ganjaran yang menggiurkan asalkan Antonius menarik kembali apa yang telah ia ucapkan. Tetapi Antonius menolak meski tahu bahwa ini berarti mati.

Antonius berlutut dan mulai berdoa memohon keberanian untuk menyerahkan nyawa demi Yesus. Sekonyong-konyong ia merasakan batu-batu besar menimpuknya. Ia terus berdoa memohon kekuatan agar tetap setia kepada Tuhan. Lalu ia jatuh tergeletak. Antonius wafat sebagai martir pada tahun 1460. Beberapa pedagang dari Genoa, Italia membawa jenazahnya kembali ke negeri asalnya.

Dapatkah aku lebih menjadikan Sakramen Rekonsiliasi sebagai bagian hidupku? Adakah pengaruhnya terhadap diriku?

Teks: “Diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

Ilustrasi: B. Anthony Neyrot, en.wikipedia.org

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close