OPINI

Setiap Orang Unik Adanya

Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.” (Kis 4, 34-35)

SETELAH  Perayaan Paskah berlangsung, hidup terasa plong dan lega. Tidak ada lagi kepadatan kegiatan persiapan maupun latihan bagi petugas liturgi. Sementara pelayan pastoral memanfaatkan waktu yang longgar untuk rekreasi bersama.

Mereka mengunjungi tempat-tempat tertentu yang dirasa indah dan menarik. Mereka berbagi tugas dan mulai mengumpulkan sejumlah dana yang dibutuhkan. Setiap orang harus iuran dana dengan jumlah tertentu.

Ada anggota kelompok yang langsung bayar tunai; ada anggota yang bayarnya pada saat mau berangkat; ada anggota yang masih bingung untuk mendapatkan dana; ada juga anggota yang masih ‘wait and see.’ Anggota sebuah kelompok pelayan pastoral rupanya cukup beragam dalam kemampuan maupun situasi kehidupan mereka. Ada anggota yang berkecukupan dan ada anggota yang berkekurangan.

Situasi seperti ini sesungguhnya juga nampak jelas dalam kehidupan keluarga dan masyarakat pada umumnya. Dalam sebuah keluarga, kemampuan dan situasi anak-anak juga beragam. Ada yang berhasil dalam usaha, pekerjaan dan akhirnya berkecukupan; ada pula anak yang tidak punya kemampuan untuk bekerja atau berusaha, sehingga hidupnya berkekurangan. Kondisi masyarakat pun seperti itu.

Sementara orang berkecukupan dan berkelimpahan; namun sekian sebagian besar lainnya masih hidup dalam keterbatasan dan kekurangan dalam banyak hal. Dalam kehidupan bersama, kita selalu menemukan sesama yang hidupnya berkekurangan.

Ini merupakan kenyataan yang bisa menyuburkan semangat solidaritas dan bela rasa, sikap untuk peduli dan berbagi, tanggung jawab sosial di atas kepentingan pribadi, seperti halnya terjadi di kalangan para murid perdana. Apa yang bisa kulakukan untuk sesama yang berkekurangan?

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Deviantart)

Tags

RD. Tarcisius Puryatno

Imam diosesan (praja) Keuskupan Purwokerto; sekarang menjabat Vikaris Jenderak (Vikjen) Keuskupan Purwokerto.

Related Articles

Check Also

Close
error: Silakan share link berita ini
Close