SEPUTAR VATIKAN

Buku Statistik Gereja menyebut jumlah umat Katolik meningkat

PEN@ Katolik — Menurut Annuarium Pontificium (Buku Tahunan Kepausan) 2015 dan Annuarium Statisticum Ecclesiae(Buku Tahunan Statistik Gereja) 2013 yang dikeluarkan di Vatikan tanggal 16 April 2015 pagi, masing-masing memperlihatkan beberapa aspek baru dalam kehidupan Gereja sejak Februari 2014 hingga Februari 2015, dan perubahan yang terjadi tahun 2013.

Statistik yang mengacu tahun 2013, menunjukkan dinamika Gereja Katolik di 2989 yuridiksi gerejawi di dunia. Dapat terlihat dalam periode ini satu keuskupan dan dua eparki (keuskupan untuk Katolik Timur) ditingkatkan menjadi tahta metropolitan. Juga didirikan tiga tahta episkopal baru, tiga eparki dan satu eksarkat episkopal agung (semuanya untuk Katolik Timur), serta satu prelatur teritorial ditingkatkan menjadi keuskupan, dan satu prefektur apostolik menjadi vikariat apostolik.

Sejak tahun 2005, jumlah umat Katolik di seluruh dunia meningkat dari 1.115.000.000 menjadi 1.254.000.000, meningkat 139 juta umat. Dalam dua tahun terakhir, umat Katolik yang dibaptis meningkat dari 17,3% menjadi 17,7%.

Ada peningkatan 34% umat Katolik di Afrika, yang mengalami pertumbuhan penduduk 1,9% antara tahun 2005 dan 2013. Peningkatan umat Katolik di Asia (3,2% di tahun 2013, dibandingkan dengan 2,9% di tahun 2005) lebih tinggi daripada pertumbuhan penduduk di Asia. Di Amerika, umat Katolik terus mewakili 63% dari pertumbuhan penduduk. Di Eropa, di mana penduduknya stagnan, terjadi sedikit peningkatan jumlah umat yang dibaptis dalam beberapa tahun terakhir. Persentase Katolik yang dibaptis di Oseania tetap stabil meskipun penduduknya menurun.

Sejak 2012 hingga 2013, jumlah uskup bertambah 40 dari 5.133 menjadi 5.173. Di Amerika Utara dan Oseania terjadi pengurangan dari 6 menjadi 5, berbeda dengan pertambahan 23 uskup di bagian lain benua Amerika itu, 5 di Afrika, 14 di Asia dan 9 di Eropa.

Jumlah imam, diosesan dan religius, meningkat dari 414.313 di tahun 2012 menjadi 415.348 di tahun 2013.

Calon imam, diosesan dan religius – turun dari 120.616 di tahun 2011 menjadi 118.251 di tahun 2013 (-2%). Peningkatan 1,5% tercatat terjadi di Afrika, dibandingkan dengan penurunan 0,5% di Asia, 3,6% di Eropa dan 5,2% di Amerika Utara.

Jumlah diakon permanen terus tumbuh subur, melewati 33.391 di tahun 2005 menjadi 43.000 di tahun 2013. Mereka secara khusus berada di Amerika Utara dan Eropa (96,7%), dan sisa 2,4% terbagi di Afrika, Asia dan Oseania.

Jumlah kaum religius berkaul selain imam bertumbuh sebesar 1%, dari 54.708 di tahun 2005 menjadi 55.000 di tahun 2013. Peningkatan jumlah itu terjadi di Afrika sebesar 6% dan Asia sebesar 30%, dan penurunan di Amerika (2,8%), Eropa (10,9%) dan Oseania (2%). Penurunan signifikan kaum religius wanita menguat: saat ini sebanyak 693.575 dibandingkan dengan 760.529 di tahun 2005: -18,3% di Eropa, -17,1% di Oseania, dan -15,5 di Amerika. Namun, tercatat peningkatan 18% di Afrika dan 10% di Asia.(paul c pati dari penakatolik.com berdasarkan Vatikan Information Service)

Umat Katolik di Pantai Copacabana saat Paus merayakan Misa

 

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

3 Comments

  1. Beberapa hari yl CARA dari Georgetown Uni menerbitkan buku “Global Catholocism: Trends and Forecast” menggunakan statistik gereja Katolik yg tersedia sampai th 2012. Sekalipun demikian masih tetap menarik bagi mereka yg suka otak atik angka, dan tentu dibelakangnya. Buku tsb dpt di-download bebas.

    1. Selamat malam, A. J. Surjadi. Terima kasih atas informasi tentang Buku Global Catholicism: Trends and Forecast yang menggunakan statistik gereja Katolik hingga thn. 2012. Akhir-akhir ini memang terdapat kecenderungan untuk melakukan utak-atik angka statistik pemeluk agama di dunia. Kalau mau jujur, ada banyak motif yang hendak disampaikan dengan trend tersebut. Namun, yang paling penting adalah semoga utak-atik angka statistik tidak membutakan pandangan masyarakat beragama untuk melakukan hal-hal yang lebih substansial dari yang supervisial semata.

    2. A.J.Surjadi, terima kasih atas informasi tentang sebuah survei dari “CARA” tentang perkembangan umat Katolik sedunia.

error: Silakan share link berita ini
Close