HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Selasa, 28 April 2015

Gereja sebagai Persekutuan Umat Allah

(Bacaan I: Kis. 11:19-26, Injil: Yoh.10:22-30)

YOH 10:22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.

Yoh 10:23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.

Yoh 10:24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”

Yoh 10:25 Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,

Yoh 10:26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.

Yoh 10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

Yoh 10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Yoh 10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Yoh 10:30 Aku dan Bapa adalah satu.

Renungan

Ketika kita berbicara mengenai “Gereja“, apakah yang terbayang dalam benak kita? Apakah bangunan fisik gedung Gereja atau persekutuan umat Allah? Himpunan atau persekutuan umat Allah, itulah yang membentuk Gereja. Himpunan itu terdiri dari orang-orang yang berbeda-beda latar belakang suku, adat istiadat, kelompok atau golongan, dan sebagainya.

Setelah penganiayaan Stefanus dan para pengikut Kristus yang lain di Yerusalem, para pengikut Yesus mulai tersebar ke tempat-tempat lain, seperti ke Fenisia, Siprus, Antiokhia, dan sebagainya. Mereka mewartakan  Kristus di sana, dan karena pewartaannya, banyak orang yang percaya, bertobat dan dibaptis. Mereka inilah yang kemudian membentuk Gereja, persekutuan umat Allah yang percaya kepada Kristus. Mereka adalah orang-orang yang berbeda-beda asal dan latar belakang, namun bersatu hati dalam Tuhan. Di Antiokhia-lah para pengikut Kristus itu masuk pertama kali disebut Kristen.

Orang-orang yang percaya kepada Kristus berhimpun menjadi satu kawanan dengan Kristus sendiri sebagai Gembalanya. Yesus sendiri bersabda:“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal.” Kepada mereka dan pasti mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan tak seorang pun akan merebut mereka dari tangan-Ku” ( Yoh.10:28-29 ). Kita bersyukur memiliki Kristus dalam hati kita dan membiarkan diri dituntun oleh Dia, Gembala Agung kita. Semoga semangat-Nya menjadi semangat kita pula dalam menuntun sesama ke jalan yang benar.

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Gembala Agung kami yang menuntun kami ke hidup yang kekal. Semoga kami  selalu setia meneladani Engkau.Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2015

Credit Foto:Penthabisan Bait Allah, sangsabda.wordpress.com 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close