Gegap Gempita Malam Budaya PKSN-KWI oleh OMK Keuskupan Manokwari-Sorong

10

GEDUNG Aula Gereja Kristus Raja Katedral Sorong Lux ex Oriente terasa mau rubuh ketika Edo Kondologit hendak memungkasi Malam Budaya pada Sabtu (16/5/2015). Setidaknya enam tembang dilantunkan penyanyi kelahiran Sorong ini. Teriakan “lagi..lagi…lagi…” tak bisa ditolaknya hingga akhirnya Edo pun menyanyikan satu lagi lagu reggae ditambah satu lagu bersama penyanyi lokal Ocha Sentuf.

Suasana makin gempita, saat para anak muda ini berkerumun di depan dan atas panggung aula berkapasitas 1.500 orang ini. Mereka beryanyi, melambaikan tangan, berjoget dalam suasana hati yang luar biasa gembira. Keriangan makin menjadi saat Monsinyur Datus Lega yang ditodong untuk menyanyikan lagu ‘Aku Papua’ oleh Edo menyelesaikan satu bait lagu dengan suaranya yang merdu.

Mgr. Hilarion Datus Lega menyanyikan lagu 'Aku Papua' (Foto: Abdi - Dok. KWI)

Mgr. Hilarion Datus Lega menyanyikan lagu ‘Aku Papua’ (Foto: Abdi – Dok. KWI)

Acara yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Pekan Komunikasi Sosial Nasional – Konferensi Waligereja Indonesia (PKSN-KWI) ini didominasi oleh Orang Muda Katolik dari seluruh Keuskupan Manokwari-Sorong dan dihadiri juga oleh Uskup Keuskupan Ambonia, Mgr. Petrus Kanisius Mandagi.

“Semoga Pekan Komsos ini memberi arti bagi umat Keuskupan Manokwari-Sorong agar makin berkembang dalam cinta,”ujar Ketua Komsos KWI Mgr. Petrus Turang dalam sambutannya.

Sebelum Edo, pentas seni malam budaya ini diisi dengan beragam tampilan dari berbagai kelompok. Seminaris Petrus van Diepen memainkan sebuah fragmen berjudul “Injil Masuk Tanah Papua” dilanjutkan dengan dance dan fragmen “Etalase Panggilan.”

Setelah itu mulailah paduan suara “Laudate Dominum menyajikan lantunan luar biasa gabungan suara-suara mereka dengan tiga lagu. Diselingi sajian dari Ocha Sentuf yang menyajikan lagu ‘Ave Maria’ yang pernah dinyanyikan oleh Beyonce, setelah sambutan dan pembagian hadiah lomba debat, drama musikal dari Sanggar Nani Bili menampilkan cerita berjudul “Surat dari Surga” yang menggambarkan pertarungan antara misi kristen di Papua dengan situasi awal Papua yang masih primitif.

Tampilan beat box oleh seorang seminaris dan lantunan lagu “Halleluia” Ochaf Sentuf tak pelak membuat para hadirin berdecak kagum atas kemampuan para muda-mudi Papua ini. Dan saat waktu menunjukkan pukul 11.30 WIT, berakhir pula malam akrab meriah ini.

 

Share.

About Author

Abdi Susanto

Pendiri Sesawi.Net dan Managing Editor di Liputan6.com

10 Comments

  1. Trima kasih pater very krn sdh mempercayakan kami anak2 laudate utk mempersembahkan talenta kami. Semoga dgn suara kami, nama Allah smakin dipuji dan dimuliakan.

  2. Terima kasih pater Very krn sdh mempercayakan kami Laudate Dominum utk mempersembahkan talenta yg kami miliki, smoga melalui suara2 kami nama Allah smakin dipuji dan dimuliakan.