HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Jumat, 29 Mei 2015

Bacaan I: Sir. 44:1.9-12, Injil: Mrk. 11:11-26

MRK 11:11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

Mrk 11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.

Mrk 11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Mrk 11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.

Mrk 11:15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,

Mrk 11:16 dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.

Mrk 11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!”

Mrk 11:18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.

Mrk 11:19 Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.

Mrk 11:20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.

Mrk 11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.”

Mrk 11:22 Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah!

Mrk 11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Mrk 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Mrk 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Mrk 11:26 Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Renungan

Markus mengalamatkan Injil yang ditulisnya bagi komunitas Yunani dan bangsa-bangsa lain yang berbahasa Yunani di Kekaisaran Romawi. Melalui perikop ini, Markus mengingatkan pembacanya agar tidak mengulangi kesalahan komunitas Yahudi yang menolak Yesus Kristus. Mereka menutup diri terhadap wahyu Allah sehingga gagal melihat kehadiran Yesus sebagai representasi Allah (bdk. Yoh. 1:11). Mereka ibarat pohon ara yang rimbun, tetapi miskin buah.

Wahyu Allah, yakni Kristus, dapat dikenali baik melalui iman yang murni, yang membuat kita percaya akan penyertaan Allah. Iman itu harus selalu dipupuk dengan doa. Dan doa harus mencakup kesediaan kita untuk berdamai dengan sesama, seperti Allah yang akan selalu mengampuni salah dan dosa manusia. Iman akan menjaga kita tetap setia pada perjanjian Allah, dan membuat kita menjadi umat kesayangan yang dimuliakan Allah.

Tuhan Yesus Kristus, tambahkanlah selalu imanku; iman yang memampukan aku untuk hidup dalam kebersamaan dengan semua makhluk yang berkehendak baik. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2015

Credit Photo: Kota Yerusalem dikepung, sangsabda.wordpress.com

 

 

 

 

Tags

Related Articles

Check Also

Close
Close