HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Kamis, 4 Juni 2015

Bacaan I : Tob. 6:10-11;7:16.8-13:1.5-9, Injil Mrk. 12:28b-34

MRK 12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”

Mrk 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Mrk 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Mrk 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Mrk 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Mrk 12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”

Mrk 12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Renungan

Perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi serta mengasihi manusia seperti diri sendiri sebetulnya sudah ada dalam Perjanjian Lama. Bagian pertama perintah itu yakni mengasihi Allah berasal dari Kitab Ulangan 6:4-5. Sedangkan bagian kedua yakni mengasihi sesama manusia berasal dari Kitab Imamat 19:18. Apakah kekhasan dari cinta kasih yang diwartakan Yesus itu? Ada dua kekhasan-Nya, yakni cinta itu tanpa syarat dan melampaui sekat-sekat primordial.

Mencintai orang-orang baik tidaklah terlalu sulit. Tetapi mencintai orang-orang jahat tidak terlalu gampang. Mencintai sesama anggota keluarga, suku, atau pemeluk agama mungkin tidak terlalu sulit. Tetapi mencintai orang-orang yang bukan merupakan anggota keluarga, suku atau agama tidak terlalu gampang. Injil hari ini menantang kita untuk mencintai orang-orang lain tanpa syarat dan tanpa membeda-bedakan. Soalnya, kalau kita hanya mencintai orang-orang yang mencintai kita , apakah bedanya? Orang yang tidak beragama pun berbuat demikian. Sebab itu, kita dituntut untuk menjadi sempurna dalam cinta kasih, sama seperti Bapa di Surga sempurna adanya.

Tuhan, mampukanlah aku untuk mencintai Engkau dengan segenap kemampuanku dan mencintai sesamaku tanpa pilih kasih. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2015

Credit Photo: Organized religious, membatasi cinta kasih tanpa syarat?, http://primordialnature.blogspot.com

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close