Teladan Kita

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, 24 Juni

AYAH Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang putri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam doa.

Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaekat itu kepadanya (Luk 1:5-25).

Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar malaekat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika  Yohanes lahir, banyak orang berkata: ” Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia”.

Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al Masih, Yesus Kristus, Sang penebus. Kuasa roh dalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat telihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk 1:39-45).

Hidup dan peranannya berkaitan erat dengan Pribadi Yesus, Al Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘Sang Nabi’, bahkan lebih besar dari para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lainnya ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapakah mereka diutus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang mengambil Herodias – isteri saudaranya, Filipus – menjadi isterinya. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat 14:1-12; Mrk 6:14-29); Luk 9:7-9).

Setelah kematiannya, selesailah tugasnya dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum mewartakan datangnya Kerajaan Allah.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun, Penyusun  Mgr. Nicholaas Martinus Schneiders, CICM

Credit Photo:  Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis,www.kjk.name

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

Check Also

Close
error: Silakan share link berita ini
Close