HarianJendela Alkitab

OASE KEHIDUPAN: 11 Juli 2015

JANGANLAH kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui” ( Mat 10: 24-33 ) Seorang Pastor di negri ‘Anta Beranta’ terancam masuk penjara. Ia pantang menyerah membongkar kasus pembunuhan di negri itu yang katanya melibatkan para petinggi negri. Para penyidik pusing menghadapinya. Mereka tak kuasa membendung gerakannya. Tetapi, mengapa mereka menghalanginya? Apakah para penyidik lagi berselingkuh dengan petinggi negri itu? Sangat luar biasa. Pastor itu sangat berani. Katanya “Jika saya telah mengantongi bukti-bukti kasus pembunuhan itu, jangan pernah tutup mulutku. Siapa takut.” Yesus kembali menguatkan hati para murid-Nya. Mereka tidak boleh gentar bersaksi. Kebenaran, keadilan dan damai sejahtra terus berteriak minta tolong. Suara mereka terus mengobarkan hati, mengobarkan semangat pantang menyerah dalam diri para pejuang kebenaran. Para murid Yesus harus berada di garda terdepan. Tidak boleh mereka takut terhadap teror apapun yang menutup-nutupi kebenaran. Sebab, Tuhan sendiri akan membuka segala yang tertutup. Ia jugalah yang akan membongkar segala sesuatu yang tersembunyi. Dalam satu drama kehidupan, belum pernah terjadi, klimaksnya adalah kejahatan. Kebenaran, keadilan dan damai sejahtra menunggu setia di akhir setiap perjuangan. Itulah akhir yang membahagiakan. Wahai pejuang kebenaran, jangan pernah takut. “Kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit” ( Mat 10: 31 ) Apakah pengalaman pastor di ‘negri Anta beranta’ itu juga menjadi pengalaman anda dan keluargamu? Ataukah anda dan keluargmu telah masuk dalam jaringan menutup-nutupi kebenaran, satu perjuangan perselingkuhan yang sia-sia? Selamat pagi. Tuhan memberkati harimu.***

 

 

Photo Credit: Penegakan kebenaran dan keadilan butuh komitmen yang jelas, justicepapua.blogspot.com

Tags

RD. Anton Prakum

Dithabiskan menjadi Imam pada 9 Juni 1991 di Mulankera, Lembata, Guru dan pembina para calon imam di Seminari San Dominggo Hokeng tahun 1994-2003, saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Sta Bernadete Soubirous Pukaona Keuskupan Larantuka. Menjadi kontributor pada Majalah Hidup dan beberapa media lokal di NTT.

Related Articles

Close