HarianJendela Alkitab

OASE KEHIDUPAN: 12 Juli 2015

MEREKA mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka” ( Mrk 6: 7-13 ) Jumad, 10 juli 2015, hari pertama retret para imam di Pratista Bandung. Kami awali hari itu di sesi satu mendengarkan sharing pembimbing retret tentang ‘Hidup doa yang berkulminasi dalam hidup ekaristi’. Betapa ia sangat peduli, memelihara hidup doa. Ia belajar meditasi Shadana dan belajar semakin mencintai kitab suci. Ia menjumpai Allah yang hadir dalam alam ciptaannya, mengenal musim-musim kehidupan. Doa yang terpelihara dengan baik membuka ‘mata ketiga’, mata spiritual dengannya si pendoa memiliki hidup yang berspirit dan cinta tanpa batas. Doa yang demikian berkulminasi dalam ekaristi. Orang lalu merayakan ekaristi dengan hati. Mereka mengenal Dia yang mereka rayakan dalam setiap kata yang mereka ucapkan. Yesus itulah yang memiliki ‘mata ketiga’. Dengan semangat rohani yang berkobar, Ia mampu membebaskan seorang wanita yang berzinah. Yesus mengutus para murid-Nya. Ia memberi mereka kuasa. Mereka sudah bersatu dengan Dia, sudah menjadi milik-Nya. Mereka pantas menerima kuasa. Kuasa itu menyatu dengan tugas perutusan. Kuasa untuk melayani, kuasa untuk mencintai tanpa batas. Kuasa yang membuka mata mereka untuk melihat apa yang seharusnya mereka kerjakan. Kualitas kuasa itu menjadi satu pengalaman rohani para murid. Mereka mengusir banyak setan dan menyembuhkan orang sakit dengan doa. Kuasa doa menjadi nyata dalam karya perutusan. Kuasa itulah yang Yesus berikan di bagian terakhir dari ekaristi, yaitu perutusan. Sejauhmana pengalaman hidup doa yang berpuncak pada ekaristi membuka mata spiritual anda dan keluargamu sehingga mampu menjadi utusan Tuhan, mencitai tanpa batas? Selamat pagi. Tuhan memberkati harimu.***

 

 

Credit Photo: Hidup doa. liturgi dan ekaristi,serpong.santoambrosius.org

Tags

RD. Anton Prakum

Dithabiskan menjadi Imam pada 9 Juni 1991 di Mulankera, Lembata, Guru dan pembina para calon imam di Seminari San Dominggo Hokeng tahun 1994-2003, saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Sta Bernadete Soubirous Pukaona Keuskupan Larantuka. Menjadi kontributor pada Majalah Hidup dan beberapa media lokal di NTT.

Related Articles

error: Content is protected !!
Close